Kamis, 22 Februari 2024

Kursi Manajer Persiku Senior Masih Kosong, Nunggu Pelamar!

Anggara Jiwandhana
Minggu, 24 September 2023 10:38:00
Sesi latihan Persiku Kudus 2022 (Murianews/Persiku)

Murianews, Kudus – Kursi manajer Persiku senior hingga kini masih kosong usai manajer lama Achmad Faisal mengundurkan diri. Askab PSSI Kabupaten Kudus pun masih mencari siapa sosok yang mau menahkodai tim sekalipun dengan dana yang sangat minim.

Di sisi lain, Askab PSSI Kudus juga meminta manajer lama untuk mengembalikan anggaran yang sudah terlanjur ditransfer Askab untuk persiapan pembentukan tim. Adapun nominalnya adalah sebesar Rp 500 juta.

”Kami masih menunggu ada pelamar manajer dan juga kami menunggu pengembalian uang dari manajer yang lama, karena sesuai regulasi ketika KONI mengucurkan dana, kami langusung transfer ke rekening manajer. Namun karena ini mundur, kami harap bisa segera dikembalikan,” kata Ketua Askab PSSI Kudus Daniel Budi Sampurna, Minggu (24/9/2023).

Anggaran yang digelontorkan untuk Persiku Kudus sendiri hanya sekitar Rp 500 jutaan di tahun ini. Jumlah tersebut diplotkan untuk Persiku senior yang akan berlaga di Liga 3 Jateng dan Persiku junior yang turun di Piala Soeratin Jateng.

Pihak Askab PSSI Kabupaten Kudus sebenarnya juga telah mengajukan penambahan anggaran melalui audiensi dengan DPRD Kudus beberapa waktu lalu. Namun hingga kini belum ada kejelasan pasti mengenai tambahan anggaran yang rencananya bersumber di perubahan APBD 2023 Pemkab Kudus.

”Ini permasalahan yang kompleks sebenarnya, kami sendiri dilema apakah nanti akan ada manajer yang bisa menjalankan tim dengan anggaran yang sebegitu kecilnya,” sambungnya.

Di sisi lain, dia juga tidak ingin meneruskan tradisi hutang-piutang manajer Persiku Kudus berlanjut di tahun ini. Ketika nanti benar-benar tidak ada tambahan anggaran, maka mau tidak mau manajer Persiku akan tombok dan akhirnya budaya hutang terus berlanjut di tim tersebut.

”Kami tidak ingin ini terjadi, budaya ninggal hutang ini harus dihentikan. Karena itu nanti apabila memang tidak ada anggaran dan tidak ada manajer yang melamar, hal rasionalnya adalah tidak mengikuti kompetisi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Editor: Dani Agus

Komentar