Kamis, 22 Februari 2024

Barcelona Merosot, Xavi Hernandez Salahkan Media

Budi Santoso
Selasa, 14 November 2023 16:58:00
Xavi Hernandez, pelatih Barcelona.(facebook.com/@Onal Visca Barça)

Murianews, Kudus – Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez menyalahkan media ketika timnya mengalami kemrosotan prestasi. Pemberitaan buruk media, membuat pemain-pemainya diklaim tertekan.

Barcelona kehilangan 2 dari 3 pertandingan terakhir mereka sebelum perjalanan ke Alaves yang berakhir dengan kemenangan. Mereka kebobolan setelah hanya 17 detik, dan beruntung Robert Lewandowski mencetak dua gol di babak kedua.

Saat ini mereka tertinggal 4 poin dari pemimpin klasemen Girona. Kemenangan ini belum sepenuhnya meredakan tekanan pada Xavi Hernandez.

Setelah pertandingan melawan Alaves, Xavi Hernandez menyampaikan beberapa hal terkait kondisi timnya. Hasil di Alaves tidak sepenuhnya membuat dirinya puas.

"Kami memulai terlalu lambat. Gundogan tidak kehilangan bola seperti itu. Kita tidak bisa membiarkan kesalahan ini terjadi. Itu tidak bisa diterima,” ujar Xavi Hernandez seperti dilansir Marca.

“Kami memberi lawan kami terlalu banyak peluang. Kami kehilangan poin di Mallorca, Granada... Kami memberi mereka terlalu banyak hal dan itu menciptakan rasa tidak aman, perasaan buruk bagi para pemain,” tambahnya.

Setelah kekalahan dari Real Madrid, kemenangan tipis atas Real Sociedad dan kekalahan dari Shakhtar Donestsk pada pertengahan pekan, menimbulkan hujan kritik. Barcelona mendapat kritikan keras di media, dan Xavi menyebut itu telah memanggil tekanan bagi pemain muda Barcelona.

"Tidak ada keraguan bahwa apa yang dikatakan media akan mempengaruhi permainan tim. Bagi saya, media menciptakan situasi dan skenario yang tidak nyata. Dan itu pasti mempengaruhi seluruh tim. Itu terjadi pada saya sebagai pemain dan itu terjadi pada pemain saya. Ada hal-hal yang tidak positif sama sekali,” keluhnya.

"Selain itu, itu mempengaruhi pemain termuda. Anda lihat Martinez, Lewandowski, Cancelo atau Gundogan, itu tidak mempengaruhi mereka. Tapi kami memiliki banyak pemain muda dan kami harus melindungi mereka dan memberi mereka kepercayaan diri,” cetusnya lagi.

Apa yang ditampilkan timnya, tentu saja menjadi kesalahan di timnya. Semu aitu disebabkan karena pemain-pemainn muda disebutnnya merasakan ketegangan yang pada sebelumnya tidak ada.

“Itu adalah situasi sulit yang harus kami hadapi, tetapi itu tidak mudah, terutama setelah kebobolan lebih awal. Kami memiliki skuad yang mampu bermain di Eropa," katanya mencoba optimis.

Komentar