Kamis, 22 Februari 2024

Ayah Mendiang Kelvin Kiptun Ungkapkan Momen Terakhir Putranya

Budi Santoso
Senin, 12 Februari 2024 19:44:00
Kematian Kelvin Kiptun karena kecelakaan tunggal meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan Rakyat Kenya.(Istimewa/Facebook.com/Mo Farah)

Murianews, Kudus – Ayah mendiang Kelvin Kiptun mengungkapkan beberapa momen terakhir putranya. Samson Cheruyoit, ayah dari mendiang atlet lari maraton sangat sedih atas meninggalnya sang putra.

Seperti dilansir dari Kenya Times, Samson Cheruyoit disebutkan sangat terpukul atas kejadian ini. Berbicara kepada media di rumahnya di Elgeyo Marakwet, Kenya, dia mengaku mendengar kabar tragis ini pada Sabtu (10/2/2024) malam.

Cheruyoit menceritakan, Kiptun telah berjanji untuk pulang setelah beberapa waktu di daerah yang dikenal sebagai Fluorspar di county. Namun, ternyata itu adalah terakhir kalinya dia mendengar kabar dari putra satu-satunya itu.

Sang ayah melanjutkan, dirinya melakukan percakapan dengan Kiptum tentang bagaimana seorang asing dari perusahaan manajemennya yang berbasis di Belgia bernama Golazo, telah menawarkan untuk membangun rumah keluarga dan memberi mereka mobil.

"Pada Sabtu malam kami berbicara, dan dia memberi tahu saya bahwa dia akan pergi ke Fluorspar dan kemudian pulang. Kiptum mengatakan kepada saya bahwa seorang pria kulit putih telah menawarkan untuk membangun rumah bagi kami dan membelikan mobil untuk kami. Dia juga mengatakan kepada saya bahwa tubuhnya bugar dan merasa mampu berlari maraton dalam waktu 1:59," ujarnya.

Cheruyoit kemudian menerima informasi bahwa mobil putranya telah terlibat dalam kecelakaan di daerah Kaptagat di sepanjang Jalan Elgeyo Marakwet-Ravine. Setelahnya, sang ayah juga mengaku didatangi sekitar empat orang tak dikenal.

Menurut dia, keempat pria itu mengklaim bahwa mereka dikirim untuk melakukan penyelidikan tentang Kiptun. Namun mereka tetapi menolak untuk mengungkapkan identitas mereka.

Datang empat hari sebelum kecelakaan tragis yang merenggut nyawa putranya, membuat Cheruyoit curiga. Sehingga dirinya mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki kematian dan peristiwa yang terjadi, termasuk motif orang-orang yang mengunjungi rumahnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Kiptun adalah putra satu-satunya. Karena itu dirinya meminta negara untuk membantunya dan keluarganya di tengah kejanggalan yang terjadi setelah putra mereka meninggal.

Kelvin Kiptun diketahui putus sekolah saat di sebuah politeknik di mana ia mengambil jurusan teknisi listrik. Dia memilih memutuskan untuk mengejar karir di atletik.

Sampai kematiannya, Kiptun telah memenangkan penghargaan termasuk Male Athlete of the Year Award pada tahun 2023. Pelari maraton Kenya ini juga mencapai prestasi luar biasa dengan mencetak rekor dunia maraton.

Salah satu atlet, mantan juara dunia steeplechase wanita Milcah Chemos, menyampaikan duka cita terdalam. Dirinya merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Kelvin Kiptun.

"Saya tidak punya kata-kata untuk menjelaskan hilangnya Kelvin," katanya.

Komentar