Kamis, 22 Februari 2024

PSIS vs PSS Sleman Ricuh, Yoyok Sukawi Dapat 8 Jahitan

Supriyadi
Minggu, 3 Desember 2023 22:08:00
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi . (PSIS)

Murianews, Semarang – Laga PSIS vs PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang ricuh, Minggu (3/12/2023) malam. Akibatnya, CEO PSIS Yoyok Sukawi bahkan mendapat delapan jahitan di kepala udai terkena benda keras.

Potensi kericuhan di laga tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak babak tambahan waktu digulirkan. Di menit 45+1 sejumlah penonton masuk ke lapangan. Akibatnya, babak kedua tambahan waktu tak digelar.

Sayangnya, hal tersebut tak berhenti di situ. Kericuhan berlanjut di luar lapangan. CEO PSIS, Yoyok Sukawi harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, karena luka di bagian kepala.

Melansir dari Halo Semarang, Yoyok Sukawi diduga menjadi korban pelemparan sororter PSS, dan membuat kepalanya dijahit dengan delapan jahitan akibat terkena lemparan benda keras. Namun selang beberapa jam, Yoyok Sukawi akhirnya diperbolehkan pulang.

Tak hanya itu, sebuah bus yang mengangkut suporter PSS juga mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran kemarahan suporter PSIS.

Massa yang diduga para pendukung PSIS ini merusak dengan cara melempari batu dan memukuli menggunakan benda keras ke badan bus. Hal ini disinyalir atas kemarahan suporter tuan rumah karena perselisihan di dalam lapangan dengan suporter tim tamu, PSS.

Selain merusak bus, sejumlah oknum juga diduga menjarah harta milik sopir bus yang bernama Purnomo. Barang berharga milik korban yakni handphone dan uang tunai senilai Rp 1 juta raib dirampas para penyerang busnya.

Bus yang dirusak itu sebelumnya terparkir di Jalan Sisimangaraja, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Di lokasi kejadian terlihat tiga bus besar dan dua mini bus mengalami rusak di bagian kaca depan dan samping.

Batu dan beberapa benda tumpul yang digunakan untuk merusak bus masih berserakan di lokasi kejadian. Sang sopir pun kaget ketika ada orang yang tiba-tiba masuk melakukan pengancaman dan perampasan.

”Saya mau hidupin mesin, tepatnya sebelum maghrib. Ada info geger di lapangan. Tau-tau ada banyak suporter melempari bus saya. Pake baju biru putih, ada orang ada yang masuk dalam bus ngambilin barang, dompet, HP, dan uang Rp 1 juta. Saya lari dikejar masuk ke masjid,” katanya.

Padahal sebelumnya, pihak Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan ini sudah melarang suporter PSS untuk datang ke Jatidiri, Semarang. Namun entah karena nekat atau memaksakan diri, sekitar 1.500 suporter PSS yang datang menggunakan bus dan kendaraan roda dua akhirnya bisa masuk ke stadion untuk mendukung tim kebanggaannya.

Sementara itu, Panit Turjawalu Samapta Polrestabes Semarang, I Nengah mengatakan, saat ini para suporter Sleman yang mengendarai kendaraan roda dua sudah dikawal oleh pihak kepolisian untuk pulang dan sudah sampai Ungaran, Kabupaten Semarang.

”Kemudian, 12 bus juga sudah jalan menuju Sleman. Ini ada beberapa yang masih di Stadion Jatidiri dan akan kita lakukan pengawalan hingga Sleman,” imbuhnya.

Komentar