Kamis, 22 Februari 2024

Official Diserang, CEO Persipa Pati Lapor Polisi

Umar Hanafi
Senin, 18 September 2023 11:41:00
CEO Persipa Pati Joni Kurnianto saat ditemui beberapa waktu lalu. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Official Persipa Pati diserang sejumlah orang tak dikenal, Minggu (17/9/2023) malam. CEO Persipa Pati Joni Kurnianto pun tak terima, dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian resor (Polres) Jepara.

Joni mengungkapkan kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, beberapa official Persipa Pati diserang puluhan orang. Mereka meminta official untuk melepas jersey Persipa Pati yang dikenakan. Bahkan seorang official dicekik olah salah satu oknum tersebut.

Joni menduga puluhan orang itu merupakan oknum suporter Persijap Jepara. Mengingat Persipa Pati bakal berlaga lawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (18/9/2023) malam.

”Saya mendapatkan kabar bahwa ada penyerangan atau persekusi dari oknum suporter persijap. Kalau teror seperti kembang api dan sebagainya kita biasa, maklum. Apalagi hubungan Persijap dengan Pati kan baik,” kata Joni.

Ia pun tidak terima dengan perlakuan tersebut. Menurutnya, tindakan itu sudah termasuk mengancam dan mengganggu keselamatan tim Persipa.

”Tapi yang saya tidak terimakan itu adalah mencopot jersey kita dan kencekik leher official kita, memukuli itu tindakan yang menurut saya sangat tidak baik. Karena termasuk mengacam, mengganggu keselamatan tim saya. Jadi hal seperti ini tidak diperbolehkan,” tutur Joni.

Joni khawatir, kejadian itu membuat tim Persipa tak bisa tampil maksimal dan mengganggu Derbi Muria. Ia pun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

”Tolong saling jaga. Saya lapor, visum, ke kepolisian. Saya lapor ke Pj, ke ketua dewan. Beliau beliau siap menantau. Karena itu aset kabupaten Pati. Kita harus saling melindungi. Kalau terjadi apa apa pada pemain dan official nanti kita bilang apa ke keluarganya, karena sepak bola kok jadi begini,” ujar Joni.

Bahkan, ia juga melaporkan kejadian ke PT LIB dan Ketua PSSI Erick Thohir. Ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

”Ini harus tegas. Nanti terulang kembali. Dupaya tidak terjadi lagi. Jangan sampai sepakbola dinodai hal hal kotor seperti ini. Kalau namanya gedor bus itu biasa. Tapi jangan main fisik. Mencekik, memukul lepas jersey, ditelanjangai. Emang kita itu maling atau apa. Itu tidak manusiawi. Jadi saya protes keras,” sesal Joni.

Editor: Budi Santoso

Komentar