Kamis, 22 Februari 2024

Suporter Persipa Pati Ajukan Dua Nama Pelatih Pengganti Nazal

Umar Hanafi
Rabu, 1 November 2023 14:23:00
Para suporter saat menuntut Coach Nazal Mustofa out dari kursi pelatih Persipa Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Kelompok suporter Persipa Pati, Patifosi, mengajukan dua nama pelatih pengganti Coach Nazal Mustofa usai dipecat pada Minggu (22/10/2023) lalu.

Ketua Patifosi, Dwi Ajik Darmana mengungkapkan kedua nama yang disodorkan itu yakni bekas pelatih PSS Seleman Seto Nurdiyantoro dan mantan nahkoda Rans Nusantara Bambang Nurdiansyah.

Kedua nama itu diyakini merupakan sosok yang tepat untuk membawa Persipa Pati tampil lebih baik di lanjutan Liga 2 2023/2024.

”Kedua nama punya pengalaman bagus sebagai pelatih. Keputusan tetap di manajemen tetapi kami hanya ingin perubahan di putaran kedua nanti,” kata lelaki yang akrab disapa Gendon itu.

Patifosi pun berharap manajemen segera memutuskan nama pelatih pengganti Coach Nazal sehingga bisa langsung menangani klub yang berjudul Laskar Saridin itu.

Diketahui, Coach Nazal Mustofa ditendang dari kursi pelatih Persipa usai manajemen mendapatkan desakan dari Patifosi. Kelompok suporter itu jengkel dengan hasil buruk klub kebanggaan mereka yang menelan hasil buruk di putaran pertama Liga 2 2023/2024.

Dari enam laga yang dilalui, Persipa Pati hanya berhasil mengemas enam poin, dari tiga seri, sekali menang dan dua kali menelan kekalahan. Pada, laga terakhir putaran pertama, Persipa Pati menelan kekalahan atas tamunya, Persela Lamongan dengan skor 2-3.

Usai laga, para suporter mengepung pintu keluar utama Stadion Joyokusumo Pati. Mereka meneriakkan ’Nazal Out’. Hal ini membuat manajemen memecat pelatih yang mengantar Persipa Pati ke Liga 2 itu.

Ia mengaku Patifosi tak akan melupakan jasa Coach Nazal yang mengantarkan Laskar Saridin naik kasta sejak berdiri. Namun, Patifosi tidak mau klub kebanggaan mereka terdegradasi.

”Terimakasih sudah membawa Persipa Pati naik ke Liga 2 .Tetapi kami hanya ingin Persipa bertahan dulu,” ucap Ajik.

Editor: Budi Santoso

Komentar