Perbaikan Stadion Wergu Wetan Kudus Ditaksir Capai Rp 3 Miliar
Anggara Jiwandhana
Selasa, 11 Juni 2024 18:23:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pemkab Kudus, Jawa Tengah, akan menganggarkan perbaikan Stadion Wergu Wetan Kudus di kisaran Rp 3 miliar. Jumlah itu akan diajukan pada APBD perubahan 2024 mendatang.
Meski demikian, nominal tersebut bisa saja berkurang ataupun bertambah. Mengingat saat ini pemkab tengah melakukan assessment dan penghitungan berapa jumlah biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan total stadion kebanggaan masyarakat Kudus itu.
”Kurang lebihnya Rp 3 miliar ya, Cuma kami masih menunggu assessment,” ucap Pj Bupati Kudus HM Hasan Chabibie.
Anggaran itu, sambung dia, akan digunakan untuk pebaikan fasilitas vital. Seperti rumput, standar lapangan, tribun penonton dan juga ruang ganti pemain.
”Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kudus kini sedang menghitung berapa persisnya anggaran yang dibutuhkan. Jangan sampai kita menganggarkan tapi tidak terpakai karena macam-macam,” tegasnya.
Hasan pun memastikan Pemkab Kudus, Jawa Tengah, akan mengupayakan solusi terbaik untuk home base Persiku Kudus guna mengarungi Liga 2 2024. Hal tersebut dilakukan agar Persiku tidak menjadi tim musafir saat berjalannya kompetisi nanti.
”Intinya kami akan sengkuyung bareng, seperti tagline-nya Persiku, Pemkab bisa apa, KONI nanti melakukan apa, Askab juga akan bergerak ke mana, pokoknya kami upayakan agar Persiku tak jadi tim musafir,” tambahnya.
Untuk opsi lainnya, Hasan menyebut Pemkab Kudus bisa saja meminjamkan stadion milik PT Djarum, Super Soccer Arena. Namun memang kapasitasnya kurang mumpuni untuk menampung suporter.
”Nanti pokoknya dicarikan bersama solusinya, itu masih mending ketimbang menjadi tim musafir,” ungkapnya.



