Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Perayaan Juara PSG di kota Paris memunculkan sejumlah kerusuhan. Sukses PSG merebut gelar Juara Liga Champions yang kedua secara beruntun membuat kerusuhan pecah di 15 kota di Prancis, pada Minggu (31/5/2026) waktu Prancis.

Menurut laporan Le Equipe, kerusuhan yang terjadi telah menimbulkan satu korban tewas dan ratusan lainnya mengalami luka. Situasi ini bahkan menjadi perhatian secara nasional di Prancis, saat Menteri Dalam Negeri Prancis harus turun tangan mengatasinya.

Pada Minggu (31/5/2006) tepat setelah Paris Saint-Germain (PSG) mengalahkan Arsenal di final Liga Champions melalui adu tendangan penalti di Puskas Arena, Budapest, penggemar PSG di Prancis meledak dalam euphoria. Mereka turun ke jalan-jalan merayakan kemenangan ini.

Menurut laporan, setidaknya ada 20.000 pendukung PSG berbondong-bondong keluar rumah menuju ke Champs-Elysees dan area Arc de Triomphe. Mereka merayakan pesta juara dengan membakar suar dan membunyikan klakson mobil mereka.

Namun, pesta juara para pendukung PSG itu dengan cepat berubah memunculkan tidak kekerasan. Menimbulkan serangkaian kekacauan di Paris, ibu kota Paris dan banyak kota lainnya. Laporan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Prancis, menyebut gelombang kekerasan pecah secara bersamaan di 15 kota besar.

Kota-kota itu adalah Rennes, Strasbourg dan Grenoble selain Paris sendiri. Para pengacau menumpangi situasi pesta juara PSG dengan menghancurkan toko, menjarah dan merusak sejumlah fasilitas umum. Mereka juga membakar mobil, tempat sampah dan tempat penyewaan sepeda umum.

Di wilayah distrik ke-8 di pusat kota Paris, bahkan diidentifikasi muncul sebuah kelompok pengacau yang secara sengaja mengorganisir kekacauan. Mereka dikabarkan nekad berusaha menyerebu kantor Polisi sebelum akhirnya bisa dibubarkan.

Dari aksi kekerasan yang muncul di pesta juara PSG ini diperkirakan ada 200 orang terluka dan seorang pria berusia 23 tahun meninggal. Pria muda ini diduga meninggal setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak beton pembatas jalan.

Ditikam...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler