Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Surabaya – Persebaya Surabaya berjaya di tiga pertandingan terakhir Liga 1 2023-2024. Hal itu terjadi setelah mereka menunjuk Uston Nawawi menjadi pelatih sementara menggantikan Aji Santoso.
Namun, kubu Persebaya sepertinya menghadapi masalah besar saat akan memutuskan Uston Nawawi sebagai pelatih tetap. Ternyata lisensi kepelatihanny belum cukup, jika didasarkan aturan di Liga 1.
Persebaya sendiri memiliki argumentasi kuat untuk bisa menunjuk Uston sebagai pelatih tetap untuk mereka. Sebab setelah sempat memburuk di bawah Aji Santoso, Peersebaya yang ditangani Uston Nawawi menang di tiga pertandingan beruntun.
Namun langkah itu kini menemui kendala, lantaran Uston Nawawi hanya memiliki berlisensi AFC A. Padahal aturan PSSI di Liga 1 mewajibkan seorang pelatih memiliki lisesnsi setara AFC Pro atau UEFA Pro.
Soal inilah yang akhirnya ramai menjadi pembicaraan. Dilansir dari BolaSport, Persebaya dalam hal ini justru jengkel kepada PSSI. Sebab sebenarnya Uston Nawawi dalam hal ini juga sudah dalam proses ikut training kepelatihan.
Sayangnya, PSSI mengundur program training kepelatihan tersebut, sehingga Uston Nawawi sampai saat ini belum mendapatkan Lisensi yang dibutuhkan. Hal ini lah yang disayangkan oleh Persebaya.
"Yang pertama kita berharap konsistensi dari LIB sendiri dari PSSI juga masalah pelatih lokal kita ingin memberdayakan pelatih lokal. Tapi kalau dari segi lisensi, ini kan masalahnya itu bukan orang ini belum melakukan langkah, tapi coach Uston kan udah melakukan mengikuti pelatihan lisensi udah modul keenam," ujar Manajer Tim Persebaya, Yahya Alkatiri.
Menurutnya, Modul keenam itu harusnya pada bulan Juni sudah digelar. Namun soal ini PSSI melakukan pengunduran pelaksanaan, hingga saat ini belum ada kejelasan.
"Ini kan juga bagian lisensinya PSSI ini juga harus komit kalau mereka yang salah kenapa kok yang jadi korban pelatih lokal," kata Yahya Alkatiri selaku manajer Persebaya.
Persebaya berharap, dalam kasus ini PSSI dapat mengeluarkan kebijakan khusus. PSSI diminta bisa memberikan ijin agar Uston Nawawi tetap bisa menjabat sebagai pelatih kepala di Persebaya.
Namun jika keinginan tersebut tidak dikabulkan PSSI, maka Persebaya juga sudah menyiapkan rencana lain. Jika Uston tidak bisa ditetapkan sebagai pelatih kepala, maka Persebaya akan mencari pelatih asing.



