Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Manchester United sudah mendatangkan Rasmus Hojlund musim ini. Namun jersey pemain baru ini dikabarkan belum bisa dicetak dalam sebulan terakhir.

Jersey Rasmus Hojlund belum bisa dicetak karena masalah sepele sebenarnya. Hal itu terjadi karena peralatan sablon di Manchester United tidak memiliki huruf "ø" untuk penulisan nama Rasmus Hojlund di ejaan setempat.

Menurut Daily Mail, outlet klub Manchester United tidak dapat menjual kaos striker berharga £ 75 juta itu lebih dari sebulan. Alasannya sangat tak terduga, yakni erea tidak memiliki huruf "ø" untuk aksen Denmark dalam inventaris peralatan cetak nama jersey mereka.

Pendukung tim Setan Merah tampak frustrasi dan menyebut klub "tidak kompeten" setelah menerima alasan bahwa toko mereka sedang menunggu cetakan huruf untuk dipasang di jersey. Rasmus Hojlund atau Højlund, tiba di Old Trafford pada awal Agustus lalu. Namun para penggemar masih belum memiliki jersey bintang favorit mereka.

Terkait hal ini, MU telah berjanji kepada penggemar bahwa mereka akan menjual kaos Rasmus Hojlund di toko secepatnya. Masalah ini akan segera ditangani.

Beberapa pendukung ada yan menganggap hal ini mungkin sesuatu yang normal. Namun beberapa yan lain menilai bahwa pejabat klub tidak kompeten dan gagal melakukan sesuatu yang mendasar.Ini memalukan bagi salah satu tim yang dianggap terkuat di Liga Premier.

"Penandatanganan terbesar musim panas tetapi saya tidak bisa mendapatkan bajunya untuk ulang tahun teman saya, saya tidak bisa memilih kemeja lain karena Højlund adalah kemeja paling berharga untuk dibeli,” ujar salah satu pengggemar yang kecewa.

Persoalan MU yang tidak hanya terjadi di lapangan, pada akhirnya membuat para penggemar semakin kecewa dengan keberadaan Glazers sebagai pemilik klub. Aksi boikot terhadap Glazers semakin kuat di Manchester United.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler