Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – PSSI secara resmi mengumumkan keberadaan Tim Satgas Anti Mafia Bola, Rabu (20/9/2023). Sejumlah nama masuk dalam Satgas ini, dan akan bekerja secara independen.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan, PSSI sudah mendapatkan ijin dari Presiden RI Joko Widodo terkait Satgas ini. Dalam bekerja nanti, Satgas Anti Mafia Bola akan bertindak secara independen.
Pembentukan Satgas Anti Mafia Bola ini menurut Erick Thohir, juga akan menjadi bagian dari pembicaraan antara Jokowi dan Presiden FIFA. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino pada November 2023 mendatan.
"Tadi pagi saya dan presiden Joko Widodo bertemu untuk berdiskusi tentang hal ini. [Satgas] ini akan jadi diskusi antara presiden Joko Widodo dengan presiden FIFA selain membicarakan training center di IKN dan Piala Dunia [U-17]," kata Erick Thohir seperti dilansir di laman PSSI.
Beberapa nama akan terlibat dalam Satgas Anti Mafia Bola bentukan PSSI. Mereka adalah Maruarar Sirait (politikus PDIP), Najwa Shihab (jurnalis), Akmal Marhali (pengamat sepak bola), dan Ardan Adiperdana (akuntan). Mereka ditunjuk atas saran dari Presiden Joko Widodo.
Mauarar Sirait sendiri menurut Erik Thohir akan menjadi ketua Satgas Anti Mafia Bola ini. Hal ini didasarkan pada pengalamannya di dalam mengurusi sejumlah turnamen sepak bola nasional.
“Kami ingin good corporate governance seperti halnya untuk pengelolaan dana di PSSI. Tadi saya berdiskusi dengan pak presiden dan beliau mendorong tokoh publik yang terwakili agar jadi hal progresif untuk beberapa bulan ke depan," ujar Erick Thohir.
Satgas Anti Mafia Bola ini secara garis besar tugasya akan sama dengan yang dibentuk oleh Polri. Dua lembaga ini dipastikan akan saling bekerja sama untuk membersihkan sepak bola Indonsia dari campur tangan mafia.
"Nanti kami akan bekerjasama. Hasil laporan satgas ini juga akan dikirim langsung ke presiden dan bukan tak mungkin diberi akses melaporkan [hasil kerja] ke FIFA," tegas Erick Thohir.



