Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Tim raksasa Spanyol Barcelona menghadapi masalah hukum serius, dan bisa dibubarkan. Dugaan penyuapan wasit kini menggelinding di pengadilan Spanyol.

Jika semua dakwaan yang diajukan terbukti akan ada banyak kemungkinan sanksi yang harus diterima klub Catalan itu. Selain terdegradasi, bisa saja Barcelona dibubarkan.

Seperti yang dilaporkan Telegraph, Barcelona saat ini menghadapi kasus suap di pengadilan Spanyol atas skandal penyuapan wasit. Barcelona diduga melakukan pembayaran ilegal kepada mantan wakil presiden komite wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira.

Praktik itu diduga berlangsung selama hampir 18 tahun sejak medio 2001 hingga 2018. Kasus ini sudah berbulan-bulan lalu menjadi konsumsi publik dan dikenal sebagai skanda Negreira.

"Hakim Joaquin Aguirre Lopez memutuskan bahwa persidangan akan dilanjutkan atas pembayaran 7,7 juta euro (Rp126 miliar) kepada Negreira antara tahun 2001 sampai 2018 untuk membuat dokumen yang disebut laporan teknis tentang wasit. Para terdakwa antara lain mantan presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu, kemudian Sandro Rossel dan putra Negreira, Javier Enriquez," tulis Telegraph.

Orang perorang yang disebutkan terlibat dalam skandal Negreira ini, terancam sanksi hukuman penjara. Mereka diancam hukuman tiga sampai 6 tahun penjara.


Sedangkan bagi Barcelona sebagai lembaga atau klub, sanksi yang bisa dikenakan adalah larangan beroperasi sebagai klub sepak bola profesional. Sehingga bisa saja dinyatakan bangkrut dan bubar setelah berdiri selama 124 tahun.

Hakim Aguirre Lopez menyatakan bahwa ia menganggap Jose Maria Enrique Negreira yang berstatus pegawai negeri pada saat itu, membuat tuduhan penyuapan ini menjadi lebih serius. Lopez juga yakin bahwa Barcelona mendapat keuntungan dari wasit.

Kasus Negreira yang menyapu Barcelona, kini tidak hanya ditangani oleh Pengadilan Spanyol saja. Kabar terakhir UEFA (Asosiasi Sepak Bola Eropa) juga aan melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Barcelona yang merupakan Juara Liga Spanyol musim terakhir, saat ini sedang melakukan renovasi besar-besaran Stadion Camp Nou. Mereka tengah membangun kompleks olahraga Espai Barca.

Anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana itu mencapai 1,5 miliar euro atau setara dengan Rp24,6 triliun. Kasus Negreira ini pada akhirnya ikut membuat para investor Barcelona khawatir.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler