Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola melontarkan kritikan terhadap UEFA terkait perubahan format Liga Champions musim depan. Hal ini disampaikannya menjelang timnya turun berhadapan dengan RB Leipzig.

Manchester City akan melawat ke kandang RB Leipzig di pertandingan fase grup G Liga Champions. Pertandingan ini akan berlangsung pada Kamis (5/10/2023) dinihari WIB di Stadion Red Bull Arena.

Dalam wawancara ini, Pep Guardiola tidak banyak berkomentar soal RB Leipzig yang akan menjadi lawannya. Pelatih asal Spanyol ini malah ‘sibuk’ mengomentari soal format Liga Champions musim depan yang akan berubah.

Liga Champions 2023-2024 akan menjadi yang terakhir dengan format lama. Mulai musim 2024-2025, format baru dengan 36 tim peserta akan diterapkan, dan inilah yang mendapat kritik dari Pep Guardiola.

"Format baru Liga Champions, saya tidak bisa membayangkan seberapa besar kerugian tim Anda dalam mencapai perempat final atau semi-final. Ada banyak skuad, dan jumlah pertandingan yang harus dimainkan saya tidak tahu pasti, 15 atau 17, lalu seri internasional lainnya, kelelahan?," ujarnya seperti dilansir The Mirror.

Pep Guardiola juga menyindir, keputusan UEFA merubah format itu dilakukan tanpa mempertimbangkan sisi pemain. Dengan format baru, para pemain akan seperti diperas keringatnya sampai tetes terakhir.

"Tanyakan kepada para ofisial, apakah mereka berkonsultasi dengan setiap pemain, tim? Saya terkejut ketika saya membaca koran dan berkata, "Oh, itu harus memainkan lebih banyak permainan." Di Spanyol, Carlo Ancelotti mengatakan hal yang sama. Di Italia, begitu juga Mauricio Sarri. Kami tidak punya waktu untuk membahas atau menganalisis perubahan itu," serang Pep Guardiola.

"Makanan lezat membutuhkan waktu untuk dimasak, semuanya tidak sama. Saya tahu permintaan dari pejabat, pengusaha, media, penggemar,... Lebih tinggi dan lebih tinggi, kami akan bermain, dan hanya waktu yang akan menentukan ke mana ia akan pergi," tambahnya lagi.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler