Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Stasiun TV Movistar diboikot Barca dan PSG usai laga leg 1 Perempat Final Liga Champions, Kamis (11/4/2024) dinihari WIB. Baik PSG dan Barca menolak melayani wawancara dengan TV ini, setelah adanya penghinaan pada Lamine Yamal.

Sikap ini dilakukan FC Barcelona dan PSG, setelah terjadinya insiden penghinaan yang dilakukan oleh komentator Movistar di siaran pertandingan itu. Komentar berisi penghiaa itu dilontarkan oleh mantan asisten Atletico Madrid, German Burgos, selama sesi pemanasan tim berlangsung.

Saat itu, Lamine Yamal, pemain Barcal berusia 16 tahun yang lahir di Barcelona dari orang tua Maroko dan Guinea Khatulistiwa, ditampilkan melakukan keepy-up di layar. Lalu, seorang komentator berkata, ”lihat kualitasnya, lihat sentuhannya”, yang dijawab Burgos dengan: ”Jika di sepak bola tidak berhasil, dia (Yamal) akan berakhir di lampu lalu lintas”.

Bisa jadi komentar Burgos bukanlah sengaja diarahkan untuk menghina seorang Lamine Yamal. Namun itu telah menyinggung banyak pihak, yan kemudian membuatnya menyampaikan permintaan maaf langsung melalui siaran itu.

"Itu adalah komentar tanpa mencoba menyakiti siapa pun. Jika ada yang merasa tersinggung, saya minta maaf secara terbuka. Di masa-masa ini kami harus beradaptasi dengan segalanya dan itulah yang kami hadapi," ujar Burgos.

Namun, baik manajer maupun pemain dari Barcelona dan Paris Saint-Germain menolak menjawab pertanyaan dari Movistar setelah pertandingan. Mereka memboikot Movistar sebagai bentuk protes atas komentar penghinaan itu.

Mendapatkan penalakan, presenter Movistar Ricardo Sierra langsung mencoba menetralisir keadaan. Namun insiden yang disiarkan secara langsung ini pada akhirnya merebak menjadi pembicaraan di banyak media.

"Saya mengerti bahwa banyak penonton mengharapkan kami untuk melakukan percakapan atau wawancara dengan Barca. Tapi PSG dan Barca telah memberi tahu kami bahwa mereka tidak bersedia, karena mereka sangat marah dengan komentar yang dibuat di lokasi syuting kami," ujar Ricardo Sierra.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler