Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Transfer Riccardo Calafiori ke ke Arsenal memunculkan keruwetan, karena ada perbedaan penafsiran. Pemain ini sudah sepakat pindah dari Bologna, namun AS Roma dan FC Basel ribut mempersoalkan.

Mengapa bisa terjadi masalah sedemikian rupa pada transfer Riccardo Calafiori? Mengapa juga AS Roma dan FC Basel bisa ikut-ikutan terlibat dalam proses transfr Bologna dan Arsenal? Ternyata seperti ini masalahnya.

Transfer Riccardo Calafiori, bek muda berbakat Italia, dari Bologna ke Arsenal menghadapi masalah hukum yang tak terduga. Arsenal telah mencapai kesepakatan dasar dengan Bologna untuk mendapatkan Calafiori.

Pada pembicaraan yang sudah dilewati, Dailymail menyebut telah ada kesepakatan biaya awal sebesar £ 34 juta. Jumlah ini bisa bertambah menjadi £ 38 juta jika sub-persyaratan terpenuhi.

Namun AS Roma dan FC Basel, tiba-tiba masuk dalam proses transfer Riccardo Calafiori ini. AS Roma dan FC Basel, adalah dua klub yang sebelumnya menaungi Calafiori. Mereka berdebat soal hak bagi mereka dalam transfer ini.

Sumber masalahnya ternyata berasal dari proses transfer Calafiori yang rumit selama bertahun-tahun. Pada musim panas 2022, pemain berusia 22 tahun itu pindah dari AS Roma ke FC Basel seharga £ 2,1 juta.

Dalam perjanjian transfer ini, AS Roma telah memasukkan klausul penjualan kembali 40%. Hal ini berarti, mereka akan menikmati 40% uang dari transfer Calafiori di masa depan.

Hanya setahun kemudian, FC Basel menjual Calafiori ke Bologna seharga £ 3,4 juta. Dari transfer ini, AS Roma akhirnya menerima sekitar £ 1,3 juta atas dasar klausul penjualan kembali yang disepakati sebelumnya.

Masalahnya menjadi lebih rumit ketika Bologna, pemilik terakhir Calafiori yang berniat menjualnya ke Arsenal musim panas ini. Harga yang disepakati jelas jauh tinggi dibanding penjualan sebelumnya.

Menurut kesepakatan antara Bologna dan FC Basel, klub Swiss itu akan menikmati 50% keuntungan dari penjualan Calafiori ke Arsenal. Sehingga dipastikan FC Basel akan menerima uang dalam jumlah besar saat Calafiori pergi ke Arsenal.

Namun, melihat transfer yang berlangsung, AS Roma diluar dugaan sangat yakin juga memiliki hak dari hasil penjualan itu. AS Roma berpendapat bahwa klausul penjualan kembali 40% yang telah mereka sepakati dengan FC Basel masih terus berlaku dalam proses transfer Calafiori kali ini.

AS Roma meyakini, klausul penjualan kembali sebesar 40% untuk Calafiori tidak hanya berlaku untuk transfer dari Basel ke Bologna. Tetapi juga berlaku untuk transfer berikutnya, termasuk saat transfer Calafiori dari Bologna ke Arsenal.

Berdasarkan landasan ini, AS Roma mengklaim akan mendapatkan setidaknya £ 6,7 juta dari transfer Calafiori ke Arsenal. Sebaliknya, FC Basel berpendapat bahwa mereka telah memenuhi kewajiban mereka kepada AS Roma.

Mereka telah membayar £ 1,3 juta dari penjualan Calafiori ke Bologna. Sehingga mereka berpendapat tidak perlu lagi harus memberikan prosentase penjualan Calafiori ke Arsenal. Klausul itu menurut Bologna sudah tidak berlaku di kesempatan mereka dengan Arsenal.

Masalah ini pada akhirnya menjadi perselisihan hukum antara AS Roma dan FC Basel. Pengacara masing-masing klub sedang mempelajari ulang perjanjian dan kontrak yang ada, untuk menemukan solusi.

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler