Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Luis Suarez memutuskan pensiun dari Timnas Uruguay menjelang pertandingan Uruguay vs Paraguay di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan ini dilakukan setelah 17 tahun mengabdikan diri untuk Timnas Uruguay.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan Paraguay di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan, Luis Suarez menyampaikan keputusannya. Suarez meninggalkan Timnas Uruguya dengan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Uruguay.
Sejauh ini, striker yang masih bermain untuk Inter Miami AS ini mencetak 69 gol dalam 142 pertandingan, bersama Timnas Uruguay. Sebagai pemain Timnas Uruguay, ada banyak kenangan yang ditinggalkannya.
Suarez melakukan debutnya di Uruguay pada 8 Februari 2007, dalam kemenangan 3-1 atas Kolombia. Sejak itu dirinya dengan cepat menjadi bagian penting dari Timnas Uruguay.
Pada tahun 2010, Luis Suarez telah bermain 19 kali dari 20 pertandingan kualifikasi Piala Dunia. Kontribusinya sangat membantu La Celeste lolos ke turnamen Piala Dunia di Afrika Selatan.
Striker ini juga memainkan peran penting dalam empat Piala Dunia yang diikutinya, bersama Timnas Uruguay. Di perempat final Piala Dunia 2010 melawan Ghana, ada momen yang terlupakan tentang Luis Suarez.
Pada saat itu dirinya dengan sengaja menghadang bola dengan tangannya di akhir pertandingan, hingga peluang gol Ghana musnah. Suarez di kartu merah, dan timnya terkena hukuman tendangan penalti.
”Pengorbanan” Luis Suarez pada akhirnya terbayar, karena tendangan Asamoah Gyan gagal dituntaskan menjadi gol. Sehingga skor imbang tetap terjadi dan harus digelar adu tendangan penalti.
Nasib baik sepertinya berpihak pada Uruguay, karea di adu tendangan penalti mereka bisa menang. Sehingga akhirya Uruguay melaju ke babak semifinal, meski Luis Suarez sendiri tidak bisa bermain babak itu.
Berikutnya, Luis Suarez berpartisipasi dalam tiga Piala Dunia berikutnya, pada 2014, 2018 dan 2022. Kemudian juga Piala Copa America pada 2011, 2016, 2019, 2021 dan 2024.
Di Copa America 2011, dirinya mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-0 atas Paraguay di final. Gelar itu membuuat timnas Uruguay memenangkan gelar juara ke-15 mereka di Copa America.
Di turnamen Piala Copa 2011, Luis Suarez mencetak 4 gol dan 2 assist. Sehingga akhirnya dinobatkan sebagai peraih penghargaan sebagai pemain terbaik di turnamen itu.
Terakhir kali Luis Suarez bermain untuk Timnas Uruguay adalah di pertandingan perebutan posisi ke-3 Piala Copa America 2024. Saat itu timnya menghadapi Kanada.



