Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Demi turnamen Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, FIFA berencana membuka jendela transfer khusus. Fasilitas ini akan bisa diakses oleh klub-klub peserta turnamen yang akan bersaing.

Menurut sumber terkemuka dari markas besar FIFA yang dilansir dari Marca, transfer khusus itu kemungkinan akan berlangsung 1 hingga 10 Juni 2025. Kebijakan ini diharapkan bisa membantu klub bisa lebih baik dalam mempersiapkan diri.

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 mendatang. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan menggunakan format baru dengan 32 tim peserta dari 6 federasi sepak bola di seluruh dunia.

Sejauh ini sudah ada 30 tim yang sudah terkonfirmasi menjadi peserta. Mereka berasal dari AFC (Asia), CAF (Afrika), Concacaf (Amerika Utara, Tengah dan Karibia), CONMEBOL (Amerika Selatan), OFC (Oseania) dan UEFA (Eropa).

Termasuk dalam hal ini adalah sejumlah klub juara Liga Champions Eropa. Diantaranya adalah Manchester City, Chelsea dan Real Madrid.

Format baru Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 banyak dikhawatirkan memuat pemain terlalu banyak bertanding. Penilaian ini telah banyak diutarakan oleh tokoh sepak bola dunia termasuk Pep Guardiola.

Menurut informasi, FIFA sedang merencanakan turnamen Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 ini dengan dengan fasilitas jendela transfer baru khusus untuk tim yang berpartisipasi. Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas kekhawatiran itu.

Marca, media olahraga Spanyol menyebutkan, kebijakan baru FIFA ini juga ini juga untuk mengantisipasi masalah legalitas terkait perpanjangan kontrak yang terjadi setelah turnamen berakhir. Dengan begitu klub dan pemain bisa nyaman dalam membicarakan masalah kontrak.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler