Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – CEO Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, memberikan pandangannya terkait kinerja mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong (STY). Azrul menyoroti kendala komunikasi sebagai masalah utama selama masa kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Seperti dilansir dari Antara, Azrul menilai bahwa Shin Tae-yong menghadapi hambatan besar dalam hal komunikasi. Itu karena dirinya tidak menguasai bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

"Beliau tidak bisa bahasa Indonesia, juga tidak bisa bahasa Inggris. Ini membutuhkan struktur kompleks melibatkan penerjemah, baik Korea-Indonesia maupun Korea-Inggris, bahkan mungkin Indonesia-Inggris," ungkap Azrul dalam pernyataannya di Surabaya, Kamis.

Azrul juga mengkritik kurangnya usaha dari Shin untuk mempelajari bahasa Indonesia selama bertahun-tahun bekerja di Indonesia. Membandingkan hal ini, Azrul menyebut pekerja Indonesia di Korea Selatan diwajibkan memahami bahasa setempat.

"Di zaman sekarang ini, kemampuan multibahasa sudah tidak bisa terelakkan. Apalagi untuk jabatan, atau pekerjaan, yang bersifat internasional," tambahnya.

Azrul juga menyatakan sangat memahami pola pikir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang saat ini tengah merancang strategi baru untuk pengembangan sepak bola Indonesia. Erick Thohir disebutnya menekankan pentingnya memiliki pelatih yang mampu berkomunikasi langsung dengan para pemain, khususnya di era modern dengan semakin banyaknya pemain diaspora dalam tim nasional.

"Dengan investasi yang begitu besar untuk mengumpulkan pemain diaspora, tentu kita membutuhkan pelatih yang bisa berkomunikasi lebih direct," ujar Azrul.

Kontribusi Shin Tae-yong...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler