Neymar: Kedatangan Messi di PSG Membuat Mbappe Merasa Iri
Budi Santoso
Jumat, 17 Januari 2025 16:16:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pernyataan terbaru Neymar mengenai hubungannya dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappe saat masih sama-sama di PSG, Prancis. Neymar, yang kini bermain untuk Al Hilal, membeber cerita tentang persahabatan, konflik, dan ego, mereka selama di PSG.
Neymar menyampaikan ini saat diwawancarai Romaria dalam potcasennya baru-baru ini. Menurut Neymar, hubungannya dengan Mbappe awalnya berlangsung sangat baik.
Neymar bahkan menyebut Mbappe sebagai rekan kesayanganya selama awal-awal dirinya bermain di PSG, tahun 2017. Dirinya yang lebih senior memberikan bimbingan dan dukungannya kepada pemain muda Prancis ini.
Hubungan pertemanannya dengan Mbappe bahkan disebut Neymar sangat erat. Bahkan dirinya dan Mbappe sering melakukan pertemuan pribadi seperti makan malam bersama.
Namun, kedatangan Lionel Messi pada 2021 telah memicu perasaan iri pada Kylian Mbappe. Menurut Neymar, ada perasaan posisi Mbappe di dalam tim terancam oleh kedatangan Messi.
Ketegangan ini menciptakan konflik internal dan mengubah dinamika kerja sama antara Neymar dan Mbappe. Sehingga sempat beberapa kali pecah konflik antara dirinya dan Mbappe.
Neymar dalam kesempatan yang sama juga menyinggung masalah ego para pemain bintang yang menurutnya justru telah membuat PSG gagal sukses. Kerjasama tim dan saling dukung di lapangan, tetap dibutuhkan ketimbang bermain individualis.
Ego pemain bintang...
- 1
- 2



