Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Manchester City dan Pep Guardiola kembali mengalami mimpi buruk di Liga Champions. Dalam duel sarat gengsi melawan Real Madrid di Playoff Lig Champions Rabu (12/2/2025) dinihari WIB, The City kalah dramatis 2-3 di Etihad.

Kekalahan ini semakin memperpanjang kutukan mereka di hadapan raksasa Spanyol itu, sekaligus memaksa pasukan Pep Guardiola untuk berjuang mati-matian di leg kedua di Bernabeu, pekan depan.

Setelah pertandingan yang penuh emosi, Pep Guardiola tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih asal Spanyol ini mengakui bahwa dirinya belum mampu membawa ketenangan bagi timnya saat menghadapi tekanan besar.

"Ini adalah keempat kalinya kami bertemu Madrid secara berturut-turut, dan tiga pertemuan sebelumnya kami jauh lebih baik dari mereka. Namun, pertandingan ini sangat menegangkan. Kami sebenarnya bermain bagus, tetapi Real Madrid tahu bagaimana memanfaatkan momen. Ederson adalah pemain terbaik kami hari ini, dan sayangnya itu bukan pertanda baik bagi kami," ujar Guardiola, seperti dilansir Daily Mail.

Manchester City sejatinya berada dalam posisi yang menguntungkan setelah dua kali unggul lewat aksi Erling Haaland. Namun, kelemahan mereka dalam mempertahankan keunggulan kembali menjadi bencana.

Gol-gol balasan dari Kylian Mbappe dan Brahim Diaz menghancurkan impian City untuk meraih kemenangan. Jude Bellingham justru memberikan pukulan telak di detik-detik akhir dengan gol ke gawang kosong.

"Kami mendominasi permainan dan bermain sangat baik dengan bola. Tapi begitu skor menjadi 2-1, kami kehilangan kendali. Ini sudah terjadi terlalu sering musim ini. Kami menghadapi masalah serupa melawan Feyenoord, Sporting Lisbon, Brentford, dan bahkan Man United di Liga Premier. Saya tidak cukup baik untuk memberikan ketenangan kepada tim dalam situasi seperti ini," tambah Pep Guardiola.

Peluang Man City Berat...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler