Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Liverpool berhasil mengalahkan Wolves dengan skor 2-1 di Liga Inggris yang digelar di Stadion Anfield, Minggu (16/2/2025) malam WIB. Namun kemenangan ini diwarnai dengan catatan statistik yang dianggap memalukan, sejak musim 2003/2004.
Untuk pertama kalinya, Liverpool tidak mampu melepaskan satu pun tembakan di babak kedua saat bermain di kandang sendiri. Laga Liverpool vs Wolves memang mereka menangkan, namun statistik itu mencengangkan.
Liverpool memulai laga dengan penuh energi. Luis Diaz membuka keunggulan pada menit ke-14, sekaligus memberi harapan besar bagi para pendukung setia di Anfield Stadium.
Keunggulan semakin bertambah ketika Mohamed Salah dengan tenang mengeksekusi penalti di menit ke-37, setelah Luis Diaz dijatuhkan kiper Jose Sa di kotak terlarang.
Gol ini menandai catatan luar biasa bagi Salah, yang kini menyamai rekor Steven Gerrard dengan 32 gol penalti untuk Liverpool di Liga Inggris. Namun, semua euforia itu seakan sirna di babak kedua.
Alih-alih melanjutkan dominasi, Liverpool justru tampil pasif dan gagal melepaskan satu pun tembakan. Ini adalah kejadian yang belum pernah terjadi dalam dua dekade terakhir.
Dilansir dari Daily Mail, Pelatih Liverpool Arne Slot mengakui bahwa timnya mengalami tekanan psikologis setelah dua keputusan krusial wasit yang membatalkan gol ketiga dan potensi penalti tambahan bagi mereka.
Masalah Mental...
- 1
- 2



