Batal Jadi Direktur Teknis PSSI, Troussier Tekuni Bisnis Anggur
Budi Santoso
Jumat, 28 Februari 2025 15:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Dua tahun lalu, Philippe Troussier resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Vietnam, menandai babak baru dalam karirnya sebagai ahli strategi sepak bola.
Namun, perjalanan Troussier di Vietnam berakhir pada Maret 2024 setelah dirinya dipecat. Sejak saat itu, pelatih asal Prancis ini mengalami banyak perubahan dalam hidupnya, termasuk munculnya spekulasi mengenai keterlibatannya dengan sepak bola Indonesia.
Seperti dilansir Thethao247, meski tidak lagi melatih klub atau tim nasional, Troussier tetap menjaga eksistensinya di dunia sepak bola. Terutama di Jepang, tempat di mana ia memiliki karir kepelatihan yang cemerlang sebelum menangani Timnas Vietnam.
Pelatih berusia 70 tahun ini kini lebih banyak menghabiskan waktu di Jepang. Dia memiliki rumah pribadi di Jepang serta aktif dalam seminar sepak bola untuk berbagi pengalaman dan membangun koneksi di industri ini.
Akhir-akhir ini, rumor sempat beredar bahwa Troussier berpeluang gabung dengan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) sebagai direktur teknis tim nasional. Namun, spekulasi itu akhirnya sirna setelah PSSI memilih Jordi Cruyff, putra legenda sepak bola Johan Cruyff.
Setelah meninggalkan Vietnam, Troussier tidak lagi aktif sebagai pelatih dan memilih fokus pada bisnis pribadinya. Salah satu usaha yang saat ini ditekuninya adalah bisnis anggur.
Hampir setahun tanpa keterlibatan dalam tim sepak bola profesional, Troussier menunjukkan ia tengah mencari arah baru untuk masa depannya. Bisnis minuman anggur adalah kesibukan utamanya saat ini.
Berbeda dengan citranya sebagai pelatih yang penuh energi, kini Troussier disebutkan lebih banyak berperan di balik layar. Vietnam kemungkinan besar akan menjadi tim terakhir yang dipimpinnya sebagai pelatih sepak bola.



