Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pelatih tim nasional Uni Emirat Arab (UEA), Paulo Bento, yang juga eks pelatih Ronaldo di Timnas Portugal, secara tiba-tiba dipecat oleh Federasi Sepak Bola UEA. Keputusan itu terjadi hanya sehari setelah kemenangan dramatis 2-1 UEA vs Korea Utara.

Pada Selasa (25/3/2026), UEA berhasil mengalahkan Korea Utara dengan skor 2-1 di laga ke-8 Grup A Babak ke-3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kemenangan ini membawa UEA mengoleksi 13 poin dan tetap berada dalam perburuan tiket langsung ke Piala Dunia 2026 bersama Uzbekistan (17 poin).

Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi atas pencapaian tersebut, Paulo Bento justru harus angkat kaki dari kursi kepelatihan. Federasi Sepak Bola UEA secara resmi mengumumkan pemecatan ini melalui situs resminya, dengan pernyataan yang singkat namun penuh kejutan.

"Kami telah memutuskan untuk memecat Pelatih Bento dan rekan-rekannya di staf pelatih UEA. Identitas penggantinya diharapkan akan segera diumumkan, sehingga tim UEA akan memiliki seseorang untuk memimpin dalam pertandingan berikutnya di Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 serta turnamen lainnya," demikian bunyi pernyataan itu.

Keputusan ini tentu memunculkan banyak tanda tanya besar. Paulo Bento yang ditunjuk sebagai pelatih kepala UEA sejak Juli 2023 sebenarnya memiliki catatan cukup baik. Di bawah kepemimpinannya, UEA meraih 14 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 6 kekalahan.

Paulo Bento juga dikenal sebagai sosok berpengalaman yang pernah membawa Portugal ke semifinal Euro 2012 bersama Cristiano Ronaldo. Kemudian juga berhasil memimpin tim nasional Korea Selatan hingga babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Dengan hanya dua pertandingan tersisa di kualifikasi—melawan Uzbekistan (5/6/2025) dan dan Kirgistan (10/6/2025) tim UEA kini berada dalam situasi yang tidak menentu. Laga melawan Uzbekistan akan sangat krusial karena dapat menentukan nasib mereka di perburuan tiket ke Piala Dunia 2026.

Siapa yang akan menggantikan Paulo Bento sebagai pelatih Timnas UEA masih belum jelas. Selain itu, apa alasan yang mendasari keputusan ini juga belum bisa dipastkan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler