“Aku sedang duduk di rumah di Douala (Kamerun) ketika tiba-tiba ponselku berbunyi. Nomornya tidak diketahui, tapi ada sesuatu dalam hatiku berkata, ‘jawablah, Samuel.’ Ternyata, suara di balik telepon itu adalah Lionel Messi,” demikian Eto’o memulai ceritanya.
Obrolan mereka kemudian terjadi dengan sangat akrab. Itu karena Samuel Eto’o dan Lionel Messi sebelumnya memang sama-sama bermain di Barcelona. Dengan diselingi canda tentang masa lalu mereka di Barcelona, perlahan obrolan mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih serius.
Messi disebutkan oleh Eto’o, dengan nada yang berbeda, mengungkapkan keinginannya untuk berbuat lebih bagi anak-anak Afrika. Messi menyatakan sangat ingin bisa berbuat sesuatu untuk mereka, namun mengaku tidak mengetahui bagaimana memulainya.
“Saya ingin membangun sekolah dan rumah sakit, tetapi tidak atas nama saya. Atas nama sepak bola yang mempertemukan kita,” kata Samuel Eto’o menirukan kata-kata Messi saat itu.
Berikutnya, Eto’o menyatakan berbagai hal yang tengah dialami anak-anak di Afrika, terutama di Kamerun, negaranya. Semua masalah-masalah dibicarakan dengan Messi sebelum kemudian pembicaraan melalui telepon itu berakhir.
Murianews, Kudus — Dalam sebuah kisah yang sangat menyentuh, legenda Kamerun, Samuel Eto’o menceritakan langsung tentang sisi lain Lionel Messi yang mengejutkan. Messi ternyata tidak hanya maestro di lapangan hijau, tapi juga memiliki sikap mulia mengenai anak-anak Afrika.
Melalui wawancara di podcast UNICEF, Samuel Eto’o membagikan kisah pribadinya tentang sosok Messi yang hingga saat ini terkenal seantero dunia. Kisah ini, menurut Eto’o dimulai dari sebuah panggilan tak dikenal di malam hari yang masuk di ponselnya.
“Aku sedang duduk di rumah di Douala (Kamerun) ketika tiba-tiba ponselku berbunyi. Nomornya tidak diketahui, tapi ada sesuatu dalam hatiku berkata, ‘jawablah, Samuel.’ Ternyata, suara di balik telepon itu adalah Lionel Messi,” demikian Eto’o memulai ceritanya.
Obrolan mereka kemudian terjadi dengan sangat akrab. Itu karena Samuel Eto’o dan Lionel Messi sebelumnya memang sama-sama bermain di Barcelona. Dengan diselingi canda tentang masa lalu mereka di Barcelona, perlahan obrolan mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih serius.
Messi disebutkan oleh Eto’o, dengan nada yang berbeda, mengungkapkan keinginannya untuk berbuat lebih bagi anak-anak Afrika. Messi menyatakan sangat ingin bisa berbuat sesuatu untuk mereka, namun mengaku tidak mengetahui bagaimana memulainya.
“Saya ingin membangun sekolah dan rumah sakit, tetapi tidak atas nama saya. Atas nama sepak bola yang mempertemukan kita,” kata Samuel Eto’o menirukan kata-kata Messi saat itu.
Berikutnya, Eto’o menyatakan berbagai hal yang tengah dialami anak-anak di Afrika, terutama di Kamerun, negaranya. Semua masalah-masalah dibicarakan dengan Messi sebelum kemudian pembicaraan melalui telepon itu berakhir.
Tiba-tiba ke Kamerun...
Beberapa waktu kemudian, tanpa ada pemberitaan media, Messi tiba-tiba kembali menghubunginya dan mengaku telah berada di Kamerun. Lionel Messi ternyata menempuh penerbangan dengan diam-diam ke Yaounde, Kamerun.
Kedatangannya sangat mengejutkan Eto’o, yang hampir tidak percaya dengan apa yang dilakukan Messi. Namu setelahnya, Eto’o diminta mengantarkan Messi untuk mengunjungi desa terpencil di Kamerun. Mereka kemudian bertemu dengan seorang gadis kecil bernama Ama.
Dalam kunjungannya ini, Messi mendapati momen yang sangat menyentuh hatinya. Itu terjadi saat Ama mengeluhkan bolanya yang usang dan berharap bisa memiliki bola yang lebih baik untuk bisa digunakan bermain sepak bola.
“Kamu ajaib, tetapi bola saya tidak terbang seperti bola Anda,” ujar gadis kecil bernama Ama seperti dikisahkan Samuel Eto’o mengisahkan pertemuan mereka dengan Ama, seorang gadis kecil yang dihimpit kemiskinan di Kamerun, Afrika.
Seperti kesaksian yang disampaikan Eto’o, dalam momen pertemuannya dengan Ama dan anak-anak miskin di Kamerun itu, Messi disebutkan menahan tangisnya. Namun seperti keinginannya, Messi kemudian melakukan sesuatu yang mengejutkan bagi anak-anak itu.
Sebuah keputusan besar akhirnya dibuat. Messi menginisiasi program amal rahasia bernama “10” — merujuk pada nomor punggung legendarisnya — untuk menggalang donasi dari para legenda sepak bola untuk membantu desa-desa terpencil di Afrika, tidak hanya di Kamerun.
Program ini dilakukan Messi dalam gerakan sunyi, diam-diam, tanpa melibatkan propaganda media. Semua dilakukan Messi secara diam-diam dalam aksi nyata yang tak terduga. Meski melibatkan banyak legenda sepak bola, namun penyokong utama program ini adalah Messi.
Messi Hebat...
Bagi Eto’o, apa yang dilakukan Messi ini bukan sekadar bantuan atau pertolongan. Dirinya menilai ini adalah bentuk cinta sejati sesama manusia. Lebih jauh dirinya kemudian semakin kagum dengan sosok Lionel Messi ini.
“Hari itu, saya menjadi semakin mengerti mengapa Messi hebat. Bukan karena dia mencetak gol, tetapi karena dia tahu cara memberikan harapan ke dalam hati mereka yang tidak punya suara,” katanya dengan emosi mendalam.
Karena itulah, Eto’o kemudian mengaku bisa memberi jawaban akurat setiap kali ada seseorang bertanya apa pada dirinya tentang apa yang membedakan Messi dari pemain lainnya. Sebuah fakta absolut tentang Messi sudah diketahuinya.
“Beberapa pemain membuat orang-orang mencintai sepak bola, tapi Messi ada untuk membuat sepak bola mencintai orang-orang,” begitulah yang dikatakan Samuel Eto’o.
Afrika, tanah penuh harapan dan semangat, tidak butuh pahlawan yang hanya tenar dalam pemberitaan. Afrika membutuhkan orang yang mau datang dan meyentuh tangan anak-anak miskin di sana. Lionel Messi, telah melakukan itu, dan Samuel Eto’o memberikan kesaksiannya.