Fonseca Tak Percaya, Lyon Kandas oleh Never Give Up Manchester United
Budi Santoso
Jumat, 18 April 2025 15:24:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Laga dramatis antara Manchester United vs Olympique Lyon di perempatfinal Liga Europa 2024/2025 menjadi salah satu pertandingan paling epik musim ini. Dalam duel yang berlangsung di Old Trafford, Jumat (18/4/2025) dinihari WIB, MU sukses membalikkan keadaan dari tertinggal 2-4 menjadi kemenangan luar biasa 5-4 di perpanjangan waktu kedua.
Manchester United sempat unggul lebih dulu 2-0 di babak pertama, namun Lyon menunjukkan mental baja dengan menyamakan kedudukan 2-2 di akhir waktu normal. Meski kehilangan Corentin Tolisso yang diganjar kartu merah, Lyon justru tampil menggila di awal perpanjangan waktu dan berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-2.
Sayangnya, keunggulan tersebut sirna begitu saja. MU membangkitkan semangat "never give up" ala tahun 1999 dan mencetak tiga gol di babak tambahan kedua. Membuat Lyon terpaksa angkat koper dengan cara yang sangat menyakitkan.
Pelatih Lyon, Paulo Fonseca, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Seperti dilansir Daily Mail, Ia mengaku masih sulit memahami bagaimana timnya bisa kehilangan kontrol setelah unggul dua gol dengan satu pemain lebih sedikit di lapangan. Semuanya membuat dirinya merasa ’berantakan’.
"Di kepala saya ada emosi yang berantakan. Sampai sekarang, sulit untuk memahami apa yang terjadi," ujar Fonseca usai laga.
Sesuatu yang sangat disesalkan dan akan selalu diingat, semua tersaji di laga ini bagi Fonseca. Semuanya menjadi sebuah mimpi buruk dan sangat mengganjal di hati.
"Kami memimpin 4-2 meskipun hanya bermain dengan 10 orang, tapi kami kehilangan keseimbangan emosional. Kami merayakan terlalu dini dan melupakan bahwa pertandingan belum selesai. Tim saya tidak berpengalaman dalam situasi seperti ini," keluhnya.
Gol Penalti...
- 1
- 2



