Bagi Crystal Palace, situasi Marc Guehi saat ini telah menjadi dilema besar. Jika tidak menjual Guehi pada jendela transfer musim dingin, mereka berisiko kehilangan aset berharganya tanpa kompensasi.
Disisi lain, pelatih Oliver Glasner ingin mempertahankan sang kapten. Namun, tekanan finansial klub dan godaan dari klub-klub besar, menempatkan Crystal Palace dalam situasi sulit. Crystal Palace bahkan telah mulai menjajaki nama-nama seperti Chadi Riad dan Yann Bisseck sebagai calon pengganti.
Diluar Liverpool dan Barcelona yang sudah secara agresif mengejarnya, Marc Guehi juga diminati Bayern Munich, Real Madrid, dan Inter Milan. Mereka juga memantau situasinya dengan cermat. Sehingga memunculkan kemungkinan persaingan sengit di bursa transfer mendatang.
Saga transfer Marc Guéhi diprediksi menjadi salah satu berita utama di bursa musim dingin atau musim panas mendatang. Dengan banyaknya klub besar yang mengincarnya dan situasi kontrak yang melingkupinya, Marc Guehi menjadi bek tengah paling di cari di Eropa.
Murianews, Kudus – Nama Marc Guehi, bek tengah berusia 25 tahun asal Inggris, kini menjadi sorotan utama di bursa transfer Eropa. Keandalan, kematangan taktis, dan kepemimpinannya di lini belakang Crystal Palace menjadikannya incaran sejumlah klub elite Eropa.
Mereka yang mengincar Marc Guehi, termasuk Liverpool dan FC Barcelona. Kontraknya yang akan berakhir pada Juni 2026 membuat situasinya semakin menarik perhatian jika tidak mencapai pembaharuan. Guehi berpotensi besar berada dalam status bebas transfer pada musim depan.
Menurut Fichajes, FC Barcelona adalah klub yang disebut-sebut menaruh minat besar terhadap Guehi. Dalam upaya membangun ulang lini pertahanannya, manajemen Barcelona yang dipimpin Deco melihat Guehi sebagai aset strategis.
Selain masih muda, Marc Guehi juga dinilai memiliki pengalaman hebat di Liga Inggris dengan potensi berkembang masih ada. Klub Catalan bahkan telah memantau performanya selama berbulan-bulan dan siap memanfaatkan celah kontraknya untuk merekrutnya tanpa biaya transfer.
Sementara itu, Liverpool sebenarnya hampir mendapatkan Guehi pada musim panas lalu dengan mahar sekitar €40 juta. Namun, kesepakatan itu dibatalkan didetik-detik terakhir bursa transfer oleh Presiden Crystal Palace, Steve Parish, yang enggan melepas kaptennya, karena tak mendapatkan pengganti sepadan.
Kini, The Reds Liverpool diyaki mulai mengubah pendekatan mereka, dengan memilih menunggu hingga kontrak Marc Guehi berakhir. Seperti halnya Barcelona, Liverpool ingin merekrutnya secara gratis.
Ketidakpastian masa depan Ibrahima Konate, yang belum mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak, juga menjadi alasan bagi Liverpool untuk terus mengejar Marc Guehi. Pemain ini dinilai sosok ideal, dengan ketangguhan, konsisten, dan karakter pemimpin yang dibutuhkan di jantung pertahanan Liverpool.
Dilema Bagi Palace...
Bagi Crystal Palace, situasi Marc Guehi saat ini telah menjadi dilema besar. Jika tidak menjual Guehi pada jendela transfer musim dingin, mereka berisiko kehilangan aset berharganya tanpa kompensasi.
Disisi lain, pelatih Oliver Glasner ingin mempertahankan sang kapten. Namun, tekanan finansial klub dan godaan dari klub-klub besar, menempatkan Crystal Palace dalam situasi sulit. Crystal Palace bahkan telah mulai menjajaki nama-nama seperti Chadi Riad dan Yann Bisseck sebagai calon pengganti.
Diluar Liverpool dan Barcelona yang sudah secara agresif mengejarnya, Marc Guehi juga diminati Bayern Munich, Real Madrid, dan Inter Milan. Mereka juga memantau situasinya dengan cermat. Sehingga memunculkan kemungkinan persaingan sengit di bursa transfer mendatang.
Saga transfer Marc Guéhi diprediksi menjadi salah satu berita utama di bursa musim dingin atau musim panas mendatang. Dengan banyaknya klub besar yang mengincarnya dan situasi kontrak yang melingkupinya, Marc Guehi menjadi bek tengah paling di cari di Eropa.