Menjelang El Clasico Real Madrid vs Barcelona di Santiago Bernabeu, Lamine Yamal menjadi pusat perhatian setelah perbincangannya dengan streamer terkenal Ibai Llanos terekspos keluar. Dalam siaran itu, Yamal berkomentar soal seputar masalah wasit terkait pertandingan Madrid vs Barcelona.
"Real mencuri dan berteriak, mereka melakukan hal-hal yang tidak saya mengerti. Mereka banyak mengeluh," ujar Lamine Yamal yang langsung memicu aroma panas persaingan menjelang El Clasico.
Dilaporkan Marca, pernyataan Yamal ini langsung menimbulkan reaksi keras dari Real Madrid. Beberapa pemain Real Madrid menilai apa yan dilakukan Yamal merupakan bentuk provokasi yang tidak perlu. Terutama ketika pertandingan El Clasico hanya menghitung jam sebelum digelar.
Disisi lain, para staf pelatih Real Madrid lebih dewasa dalam menanggapinya. Mereka menganggap pernyataan Yamal adalah "stimulan" bagi para pemain Madrid, sebelum pertempuran besar di Bernabeu berlangsung.
Di kubu Barcelona sendiri, beberapa anggota staf pelatih mengakui itu adalah pernyataan yang "tidak bijaksana". Namun dalam hal ini klub tidak melakukan tindakan apapun terhadap Lamine Yamal. Pernyataan itu disebut bukan sebagai sikap Barcelona sebagai klub yang menjunjung tinggi suportifitas.
Murianews, Kudus – Pernyataan Lamine Yamal yang mengatakan Real Madrid terlalu banyak mengeluh saat kalah memicu kontroversi besar. Menjelang El Clasico, pernyataan itu membuat onar jagad sepak bola Spanyol.
Pernyataan Yamal diketahui telah membuat publik, terutama pendukung Real Madrid tak senang. Di media sosial pernyataan ini menjadi bahan perdebatan besar, sehingga memunculkan situasi panas antara dua kubu, Madrid dan Barcelona yang akan berduel di El Clasico, Minggu (26/10/2025) malam WIB.
Menjelang El Clasico Real Madrid vs Barcelona di Santiago Bernabeu, Lamine Yamal menjadi pusat perhatian setelah perbincangannya dengan streamer terkenal Ibai Llanos terekspos keluar. Dalam siaran itu, Yamal berkomentar soal seputar masalah wasit terkait pertandingan Madrid vs Barcelona.
"Real mencuri dan berteriak, mereka melakukan hal-hal yang tidak saya mengerti. Mereka banyak mengeluh," ujar Lamine Yamal yang langsung memicu aroma panas persaingan menjelang El Clasico.
Dilaporkan Marca, pernyataan Yamal ini langsung menimbulkan reaksi keras dari Real Madrid. Beberapa pemain Real Madrid menilai apa yan dilakukan Yamal merupakan bentuk provokasi yang tidak perlu. Terutama ketika pertandingan El Clasico hanya menghitung jam sebelum digelar.
Disisi lain, para staf pelatih Real Madrid lebih dewasa dalam menanggapinya. Mereka menganggap pernyataan Yamal adalah "stimulan" bagi para pemain Madrid, sebelum pertempuran besar di Bernabeu berlangsung.
Di kubu Barcelona sendiri, beberapa anggota staf pelatih mengakui itu adalah pernyataan yang "tidak bijaksana". Namun dalam hal ini klub tidak melakukan tindakan apapun terhadap Lamine Yamal. Pernyataan itu disebut bukan sebagai sikap Barcelona sebagai klub yang menjunjung tinggi suportifitas.
Bikin Onar...
Lamine Yamal sendiri, meski baru berusia 18 tahun, pada kentaannya memang sudah menjadi trade mark bagi Barcelona. Sehingga setiap tindakannya akan selalu menjadi perhatian besar, terutama oleh media di Spanyol.
Di tengah perdebatan opini publik terjadi, legenda Barcelona, Andres Iniesta mencoba untuk meredam situasi. Meski terkesan membela Yamal yang merupakan penerusnya di Barcelona, Iniesta mencoba meletakan masalah pada proporsi yang semestinya.
Dalam sebuah kesempatan, seperti dilansir Mundo Deportivo, Iniesta menyebut apa yang dilakukan Yamal adalah sekedar sebuah pernyataan yang menjadi bumbu bagi El Clasico. Terlepas benar atau tidak, itu memang menjadi dampak dari hebatnya pengaruh El Clasico.
"Itu hanya komentar yang menambah sedikit bumbu pada El Clasico. Entah itu benar atau tidak, pertandingan ini selalu istimewa dan spektakuler. Yang penting adalah apa yang terjadi dalam 90 menit di lapangan," ujar Andres Iniesta.
Mantan kapten Barcelona itu juga menekankan, El Clasico selalu melampaui semua kata-kata yang ada di eksternal kedua tim. Akan ada banyak komentar mengenai laga ini, dan semuanya akan semakin membuat menarik.
"Seseorang dapat mengatakan segala macam hal sebelum pertandingan, tetapi ketika bola bergulir, yang tersisa adalah kinerja para pemain. El Clasico selalu menjadi pertandingan sepak bola terbesar," tambahnya lagi.
Pernyataan Iniesta bisa jadi diarahkan untuk membantu mendinginkan suasana panas yang muncul sebelum laga besar terjadi. Bagaimanapun, Iniesata tetap memuji generasi muda Barcelona, khususnya Pedri, dan berharap Barcelona meraup sukses di laga ini.
Dari pernyataan seorang bocah bernama Lamine Yamal, media-media di Spanyol telah mendapat bahan untuk menggosok suasana El Clasico menjadi bertambah panas. Mungkin saja Yamal tak menyadari apa yang dilakukannya, mengingat usianya yang masih muda. Tetapi tetap saja menarik untuk menantikan laga besar di Bernabeu ini.