Tetapi saat ini, Gabriel "Baby" Fernandez adalah pemain sepak bola yang dilupakan, dan harus menganggur setelah cedera serius menghancurkan karirnya. Padahal saat masih di La Masia Gabriel Santiago Fernandez, demikian nama lengkapnya, pernah menjadi nama yang diyakini akan menjadi bintang besar sepak bola Spanyol.
Selama bertahun-tahun di akademi pelatihan sepak bola La Masia, Gabriel Fernandez bahkan dianggap memiliki level yang lebih tinggi ketimbang Lionel Messi. Namun, ketika rekannya dari Argentinna itu sukses keluar menuju kejayaan, Gabriel Fernandez malah menghilang dari peta sepak bola Spanyol.
Kisahnya meninggalkan cerita tentang bakat besar yang ’layu sebelum berkembang’. Kemampuannya tak mampu maksimal memancar, seperti yang akhirnya justru dialami oleh Lionel Messi, rekan seangkatannya di La Masia.
Pada awal 2000-an, Fernandez adalah striker utama di tim muda Barcelona. Pemain ini mencetak gol secara teratur dan selama beberapa musim menjadi pencetak gol terbanyak La Masia. Pada satu titik, Gabriel Fernandez bahkan dianggap telah melampaui Messi dalam jumlah gol yang dicetak, di level remaja.
Pelatih di La Masia saat itu sangat yakin, striker muda ini memiliki potensi yang lebih besar daripada Lionel Messi, rekan setimnya yang bertubuh kecil dari Argentina itu. Namun, titik balik terjadi ketika Barcelona mengganti staf pelatih, yang membuat Gabriel Fernandez kehilangan tempatnya.
Murianews, Kudus – Kisah di seputar Messi selalu menarik untuk disimak. Salah satunya adalah perjalanan karir Gabriel Fernandez, seorang talenta sepak bola Spanyol yang pernah menjadi rekan Messi saat berada di La Masia, Barcelona.
Seperti dilansir dari Sport Bible, Gabriel Fernandez adalah salah satu rekan Messi saat menjalani pelatihan di La Masia. Pada masa itu, dirinya bahkan dinilai memiliki masa depan lebih cerah ketimbang Lionel Messi sendiri.
Tetapi saat ini, Gabriel "Baby" Fernandez adalah pemain sepak bola yang dilupakan, dan harus menganggur setelah cedera serius menghancurkan karirnya. Padahal saat masih di La Masia Gabriel Santiago Fernandez, demikian nama lengkapnya, pernah menjadi nama yang diyakini akan menjadi bintang besar sepak bola Spanyol.
Selama bertahun-tahun di akademi pelatihan sepak bola La Masia, Gabriel Fernandez bahkan dianggap memiliki level yang lebih tinggi ketimbang Lionel Messi. Namun, ketika rekannya dari Argentinna itu sukses keluar menuju kejayaan, Gabriel Fernandez malah menghilang dari peta sepak bola Spanyol.
Kisahnya meninggalkan cerita tentang bakat besar yang ’layu sebelum berkembang’. Kemampuannya tak mampu maksimal memancar, seperti yang akhirnya justru dialami oleh Lionel Messi, rekan seangkatannya di La Masia.
Pada awal 2000-an, Fernandez adalah striker utama di tim muda Barcelona. Pemain ini mencetak gol secara teratur dan selama beberapa musim menjadi pencetak gol terbanyak La Masia. Pada satu titik, Gabriel Fernandez bahkan dianggap telah melampaui Messi dalam jumlah gol yang dicetak, di level remaja.
Pelatih di La Masia saat itu sangat yakin, striker muda ini memiliki potensi yang lebih besar daripada Lionel Messi, rekan setimnya yang bertubuh kecil dari Argentina itu. Namun, titik balik terjadi ketika Barcelona mengganti staf pelatih, yang membuat Gabriel Fernandez kehilangan tempatnya.
Pergi dari Barcelona...
Gabriel Fernandez menolak menandatangani kontrak baru, karena dirinya merasa tidak lagi dihargai. Meninggalkan Barcelona setelah bersama sekitar 8 tahun, mejadi pilihan selanjutnya bagi dirinya.
Pada fase berikutnya, Fernandez pada kenyataannya hanya bisa berkeliaran di banyak liga bawah di Spanyol. Pada saat mulai mendapatkan progres bagus, dan sangat dekat untuk menandatangani kontrak bersama Mallorca, nasib buruk menghampirinya.
Gabriel Fernandez mengalami cedera parah, dan ironisnya itu terjadi tidak di laga resmi. Kenyataan ini sangat memukul mentalnya. Karena harus berhenti bermain sepak bola dalam waktu yang lama. Berikutnya, situasinya sudah sangat berbeda.
"Ketika hanya ada seminggu tersisa untuk menandatangani, saya bermain sepak bola dengan sepupu saya dan mematahkan tibia saya. Karena saya belum menandatanganinya secara resmi, saya kehilangan segalanya. Saya harus beristirahat selama lebih dari satu setengah tahun dan jatuh ke dalam depresi. Saya tidak ingin bermain sepak bola lagi, kaki saya sakit terus-menerus ...,” ujar rekan Messi di La Masia ini.
Setelah pulih, Gabriel Fernandez menyebut masih mencoba untuk meneruskan karir sepak bolanya. Dirinya sempat menandatangani kontrak dengan Formentera, dan kemudian kembali ke Catalonia untuk bermain semi-profesional.
Di saat Gabriel Fernandez harus berjuang mengatasi cedera dan krisis mentalnya, Lionel Messi, yang merupakan "saingannya" di La Masia, malah terbang tinggi. Superstar Argentina itu sukses memenangkan gelar yang tak terhitung jumlahnya bersama Barcelona, sebelum pindah ke PSG, dan menjadi juara Piala Dunia 2022.
Lebih Hebat...
Setelah semuanya, Fernandez tetap percaya diri jika di masa muda, dirinya adalah pemain yang paling bagus di La Masia. Bahkan termasuk jika dibandingkan dengan Lionel Messi yang saat itu adalah rekan setimnya, dirinya tetap masih lebih baik.
"Sejujurnya, saya adalah pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak. Ketika Messi tiba, saya tahu dia sangat bagus, tetapi saya selalu memimpin," kenangnya.
Meski mengalami kegagalan dalam karir sepak bolanya, Gabriel Fernandez manyatakan sudah tidak menyesalinya. Dirinya tetap bangga, karena rekannya di La Masia, Lionel Messi saat ini menjadi pemain sepak bola terhebat di dunia.
Sekarang, di usianya yang sudah masuk paruh baya, Gabriel Fernandez mengaku menjalani kehidupan yang indah bersama istri dan tiga anaknya. Meski pernah lebih hebat dari Messi, tapi akhirnya gagal, dirinya tidak lagi menyesalinya.
"Saya tidak menyesalinya. Hidup memiliki banyak perubahan. Sepak bola itu sulit, tetapi berkat itu, saya memiliki kebahagiaan seperti sekarang," katanya.