Namun, di rencana atau wacana ini, disebutkan ada masalah rumit yang muncul. Joan Laporta presiden Barcelona saat ini konon menjadi masalah pertama bagi realisasi rencana ini. Hubungan buruk antara Laporta dan Messi sudah retak sejak 2021.
Joan Laporta dianggap Messi tidak memiliki keinginan untuk bisa membuat dirinya tetap berada di Barcelona seperti keinginannya. Messi akhirnya harus pergi dengan air mata berlinang, karena dia merasa "dikhianati" Laporta.
"Messi tidak ingin kembali ketika Laporta masih menjabat," ungkap seseorang yang dekat dengan Messi dikutip dari Fichajes.
Hubungan buruk ini bahkan ditengarai telah membuat Messi bersedia secara diam-diam memberikan dukungan pada kandidat lain untuk pemilihan Presiden Barcelona dalam waktu dekat, jika itu bisa menjadi jalan bagi dirinya kembali ke Barcelona.
Tetapi jika Laporta sudah tidak menjadi hadangan, kepulangan Messi ke Barcelona juga akan masih harus menghadapi rintangan bernama Javier Tebas. Presiden La Liga Spanyol ini akan tetap bersikeras melakukan pembatasan gaji.
Meski memahami nilai komersial yang dibawa Messi akan sangat besar bagi La Liga Spanyol, Tebas disebut-sebut tetap tidak akan membiarkan Barcelona menembus batas pengeluaran mereka untuk membawa Messi kembali.
Tebas mungkin hanya meletakan aturan di atas segala-galanya. Dan pada gilirannya, kemampuan finansial Barcelona sendiri adalah sumber masalah utamanya. Dengan situasi keuangan saat ini, Barcelona tidak memiliki kemapuan anggaran untuk menandatangani kontrak, meskipun hanya untuk enam bulan sekalipun.
Meski semua masih bisa terjadi, rencana kepulangan Messi ke Barcelona tetap masih menjadi sesuatu yang membutuhkan banyak hal. Tidak hanya bergantung keinginan Messi saja, tetapi juga mencakup pada arah kebijakan di Barcelona dan La Liga, serta masalah keuangan Barcelona yang kompleks.
Murianews, Kudus – Lionel Messi dikabarkan ingin bisa bermain di Barcelona dengan status pinjaman dari Inter Miami. Namun keinginannya ini kandas, diduga karena dua nama Joan Laporta dan Javier Tebas, yang tidak bersedia.
Foto Messi yang tiba-tiba berada di Stadion Camp Nou, secara mengejutkan telah melambungkan kembali romantisme pendukung Barcelona dan Messi. Menurut laporan Fichajes, banyak sumber menyebut gagasan pinjaman jangka pendek hingga Juni 2026, bagi Messi sedang dipertimbangkan secara serius.
Wacana ini tidak hanya akan berdampak secara emosional, tetapi juga diyakini sejalan dengan rencana pribadi Messi. Kapten Timnas Argentina ini tentu saja ingin mempertahankan performanya sebelum menuju Piala Dunia 2026.
Dengan usianya yang sudah mendekati 39 tahun, Messi munggkin berpendapat akan bisa mendapatkan kesiapan yang diharapkan ketika bergabung di Liga yang memiliki persaingan ketat. Sehingga dengan begitu, dirinya bisa mempertahankan performa yang tetap berada di level tinggi.
Inter Miami dalam hal ini juga dikabarkan tidak keberatan dengan wacana peminjaman Messi ke Barcelona. Secara kebetulan, MLS juga akan segera memasuki masa libur musim dingin, dan memunkinkan adanya opsi peminjaman bagi pemainnya termasuk Lionel Messi.
"Beckham pernah bermain untuk Milan, Henry pernah kembali ke Arsenal, jadi kemungkinan Messi dipinjamkan (ke Barcelona) tidak aneh," ujar sumer di Inter Miami memberikan tanggapan.
Dari sisi komersial, kesepakatan peminjaman ini juga dipastikan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak jika bisa terwujud. Barcelona akan memiliki sebuah dorongan mental luar biasa. Sementara Inter Miami secara tak langsung telah meningkatkan pengaruh globalnya.
Laporta...
Namun, di rencana atau wacana ini, disebutkan ada masalah rumit yang muncul. Joan Laporta presiden Barcelona saat ini konon menjadi masalah pertama bagi realisasi rencana ini. Hubungan buruk antara Laporta dan Messi sudah retak sejak 2021.
Joan Laporta dianggap Messi tidak memiliki keinginan untuk bisa membuat dirinya tetap berada di Barcelona seperti keinginannya. Messi akhirnya harus pergi dengan air mata berlinang, karena dia merasa "dikhianati" Laporta.
"Messi tidak ingin kembali ketika Laporta masih menjabat," ungkap seseorang yang dekat dengan Messi dikutip dari Fichajes.
Hubungan buruk ini bahkan ditengarai telah membuat Messi bersedia secara diam-diam memberikan dukungan pada kandidat lain untuk pemilihan Presiden Barcelona dalam waktu dekat, jika itu bisa menjadi jalan bagi dirinya kembali ke Barcelona.
Tetapi jika Laporta sudah tidak menjadi hadangan, kepulangan Messi ke Barcelona juga akan masih harus menghadapi rintangan bernama Javier Tebas. Presiden La Liga Spanyol ini akan tetap bersikeras melakukan pembatasan gaji.
Meski memahami nilai komersial yang dibawa Messi akan sangat besar bagi La Liga Spanyol, Tebas disebut-sebut tetap tidak akan membiarkan Barcelona menembus batas pengeluaran mereka untuk membawa Messi kembali.
Tebas mungkin hanya meletakan aturan di atas segala-galanya. Dan pada gilirannya, kemampuan finansial Barcelona sendiri adalah sumber masalah utamanya. Dengan situasi keuangan saat ini, Barcelona tidak memiliki kemapuan anggaran untuk menandatangani kontrak, meskipun hanya untuk enam bulan sekalipun.
Meski semua masih bisa terjadi, rencana kepulangan Messi ke Barcelona tetap masih menjadi sesuatu yang membutuhkan banyak hal. Tidak hanya bergantung keinginan Messi saja, tetapi juga mencakup pada arah kebijakan di Barcelona dan La Liga, serta masalah keuangan Barcelona yang kompleks.