Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pertemuan Crystal Palace vs MU-Manchester United akan terjadi di laga ke-13 Liga Inggris 2025/2026. Laga ini mendapatkan sorotan, ketika dua tim pengusung skema formasi 3-4-3 di Liga Inggris saling berhadapan. Siapa menang?

Dilansir dari Daily Mail, pelatih MU Ruben Amorim menyatakan telah menganalisis berbagai kemungkinan terkait taktik strategi pada timnya. Meski sama-sama mengusung formasi 3-4-3, MU dan Crystal Palace menurutnya tetap memiliki perbedaan dalam pengembangannya di lapangan.

Dengan skema bermain yang sama, 3-4-3, saat ini Crystal Palace yang dilatih Oliver Glasner dianggap lebih berkembang dalam permainannya. Mereka sukses memenangkan Piala Super Inggris dan bisa bermain di pentas Eropa (Liga Konferensi).

Sementara itu MU dibawah 3-4-3 yang diracik Ruben Amorim masih belum menemukan hasil. Banyak pengamat melihat model permainan 3-4-3 Amorim di MU masih memunculkan kebingungan pada para pemainnya.

Menjelang laga Crystal Palace vs MU, Ruben Amorim membantah jika permainan timnya dengan skema 3-4-3 sama dengan mereka. Apalagi dengan adanya penilaian bek sayapnya tidak cukup memberi peran yang dibutuhkan. Tetapi Amorim mengakui, mungkin MU bisa belajar dari Palace.

"Kami bermain berbeda dari Crystal Palace. Anda dapat melihatnya melalui data. Tetapi menjelaskan semuanya sangat sulit. Seperti yang Anda katakan, ini adalah klub yang berbeda dan mereka melakukannya lebih baik dari kami,” ujar Amorim.

Meski mengembangkan skema bermain yang sama, tim-tim tidak bisa dikatakan bermain sama. Sama halnya dengan apa yang terjadi antara MU dan Crystal Palace. Meski mendasari pola permainan dengan formai 3-4-3, tetapi dua tim ini berbeda.

”Sesederhana itu. Anda tidak bisa mengatakan semua tim 4-3-3 bermain sama, bukan? Itu pasti. Di MU, kami bermain dalam keadaan yang berbeda, bertahan di ruang yang berbeda dan mencoba menyerang dengan cara yang berbeda,” tambah Amorim.

Menurut Amorim, Crystal Palace saat ini mungkin memang bisa melakukannya dengan lebih baik dibanding MU. Tetapi di laga ini, semuanya tetap masih akan memunculkan berbagai kemungkinan mengenai siapa yang akan memenangkan laga.

”Mereka hanya melakukan lebih baik. Saya sudah pernah melawan Glasner ketika dia berada di Eintracht Frankfurt dan saya memimpin Sporting Lisbon. Karena itu, saya terinspirasi oleh mereka semua,” jelasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler