Persiapan Thailand Jelang Pembukaan SEA Games 2025 Diragukan
Budi Santoso
Kamis, 4 Desember 2025 15:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Menjelang pembukaan SEA Games 2025 atau SEA Games ke-33, Thailand dihadapkan pada berbagai persoalan yang memunculkan keraguan publik terhadap kesiapan mereka sebagai tuan rumah. Meski ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara itu belum resmi dibuka, sejumlah insiden telah terjadi.
Sejumlah laporan media lokal mengungkap masalah sudah muncul bahkan sebelum SEA Games 2025 dimulai. Mulai dari fasilitas yang belum memenuhi standar, koordinasi persiapan yang berjalan lambat, hingga kendala transportasi yang mengganggu jadwal latihan para atlet.
Tim Vietnam U23, misalnya, hanya mendapat waktu sekitar 40 menit untuk berlatih akibat kemacetan parah di Bangkok. Situasi yang disebut mengganggu perencanaan teknis tim. Masalah pencahayaan di Stadion Rajamangala pada hari pembukaan cabang sepak bola SEA Games 2025 juga menambah panjang daftar sorotan.
Beberapa bagian lapangan terlihat gelap, memaksa panitia harus mendatangkan peralatan tambahan dari provinsi lain dalam waktu singkat. Kondisi tersebut, menurut Siamsports menimbulkan tanda tanya besar mengenai kualitas renovasi stadion yang sebelumnya telah menelan anggaran lebih dari 100 juta baht.
Kekacauan lain muncul saat pemutaran lagu kebangsaan kedua tim yang bertanding. Sistem audio yang bermasalah membuat lagu tidak terdengar sebagaimana mestinya. Sehingga para pemain terpaksa bernyanyi tanpa iringan musik. Insiden ini dianggap mencoreng citra profesionalisme tuan rumah.
Di luar persoalan teknis, aspek pengawasan penonton juga dipertanyakan. Dalam laga sepak bola SEA Games 2025 antara Timnas Vietnam U22 vs Laos U22, kamera televisi menangkap sekelompok suporter membawa atribut dengan logo situs ilegal. Hal ini memicu keprihatinan terkait keamanan dan etika penyelenggaraan.
Kesiapan...
- 1
- 2



