Sekali lagi, pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche tak ragu memberi pujian yang lebih tinggi. Menurutnya, ada potensi Wrexham akan terus menciptakan kejutan di turnamen Piala FA ini.
“Ini bukan hanya soal uang atau ketenaran. Cara mereka menjaga standar dan terus mendorong diri sendiri itu luar biasa. Cerita mereka sepertinya belum akan berhenti,” kata Dyche sambil menyinggung posisi Wrexham yang kini hanya terpaut satu poin dari zona play-off Championship.
Sementara dari kubu Wrexham, muncul kisah kepahlawanan kiper Arthur Okonkwo dalam adu penalti, dan kembalinya Ollie Rathbone yang impresif usai cedera. Gol pertama yang diciptakan Liberato Cacace dan Dom Hyam, juga menjadi cerita panjang bagi para pendukungnya.
“Ini malam yang ajaib. Inilah Piala FA dalam bentuk terbaiknya,” kata Cacace, yang baru kembali menjadi starter setelah absen lebih dari dua bulan, seperti dilansir dari BBC Sport.
Kemenangan ini semakin memanaskan atmosfer positif Wrexham. Mereka mencatat empat kemenangan beruntun di Championship, sejak pertama kalinya sejak promosi dari non-liga pada 2023. Sejumlah pemain kunci seperti Lewis Brunt, Andy Cannon, Danny Ward, Kieffer Moore, dan Issa Kabore juga semakin dekat kembali dari cedera, sementara peluang belanja pemain di bursa transfer Januari juga masih terbuka.
Sebaliknya, Nottongham Forest harus melakukan evaluasi menyeluruh setelah kekalahan dari Wrexham ini. Sean Dyche secara terbuka menyesalkan sikap beberapa pemainnya. Mereka mengabaikannya, karena menganggap remeh lawan.
“Kami sudah memperingatkan tentang Wrexham, tapi penampilan kami sangat jauh dari standar. Beberapa pemain masuk dan mengubah segalanya, barulah kami terlihat seperti tim Liga Premier. Tapi terlambat,” keluhnya usai pertandingan.
Kini Nottingham Forest harus kembali fokus pada misi bertahan di kasta tertinggi, Liga Inggris. Sementara itu, di Wales utara, para pendukung Wrexham mulai berani bermimpi lebih jauh di Piala FA Inggris.
Murianews, Kudus – Kisah ajaib Wrexham, klub gurem yang tersisa di Piala FA menjadi pembicaraan. Di bawah cahaya lampu Stadion Stok Cae Ras, klub milik aktor Hollywood Ryan Reynolds itu menulis sejarh terbaru di Piala FA ketika mampu menyingkirkan tim Liga Premier, Nottingham Forest.
Bahkan peletih Nottingham Forest, Sean Dyche, tak bisa menutupi kekagumannya pada Wrexham ini. Di sela lontaran kekecewaan terhadap pemainnya, Dyche mengakui ada sesuatu yang “berbeda dan bergejolak” di Wrexham pada malam pertandingan itu.
Di hadapan Ryan Reynolds yang menyaksikan langsung dari tribun, Wrexham tampil tanpa rasa gentar. Dua kali mereka unggul dua gol atas semifinalis Piala FA musim lalu. Berikutnya, kelelahan memaksa laga berlanjut hingga perpanjangan waktu dan puncaknya terjadi adu tendangan penalti.
Wrexham sendiri adalah klub yang memang identik dengan kejutan di Piala FA. Legenda klub Mickey Thomas, pahlawan kemenangan ikonik atas Arsenal pada 1992, juga turut menjadi saksi bagaimana sejarah kembali berulang diciptakan Wrexham.
Pelatih Wrexham, Phil Parkinson, mengaku kemenangan ini adalah mimpi yang sejak lama ingin diwujudkan. Ada banyak momen besar dan mengejutkan yang selama ini sering dimunculkan Wrexham di Piala FA, yang diharapkan bisa dilakukan.
“Sebelum laga, kami mengingatkan para pemain tentang momen-momen besar Wrexham di Piala FA. Saya bertanya, bisakah kami menciptakan sejarah kami sendiri malam ini? Jawabannya jelas: iya,” ujarnya dengan bangga dilansir dari BBC SPort.
Melawan Nottingham Forest, akhirnya mereka bisa melakukannya dengan cara luar biasa. Untuk pertama kalinya sejak 1999, Wrexham menaklukkan tim papan atas dan melangkah ke putaran keempat Piala FA Inggris.
Kejutan Berlanjut...
Sekali lagi, pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche tak ragu memberi pujian yang lebih tinggi. Menurutnya, ada potensi Wrexham akan terus menciptakan kejutan di turnamen Piala FA ini.
“Ini bukan hanya soal uang atau ketenaran. Cara mereka menjaga standar dan terus mendorong diri sendiri itu luar biasa. Cerita mereka sepertinya belum akan berhenti,” kata Dyche sambil menyinggung posisi Wrexham yang kini hanya terpaut satu poin dari zona play-off Championship.
Sementara dari kubu Wrexham, muncul kisah kepahlawanan kiper Arthur Okonkwo dalam adu penalti, dan kembalinya Ollie Rathbone yang impresif usai cedera. Gol pertama yang diciptakan Liberato Cacace dan Dom Hyam, juga menjadi cerita panjang bagi para pendukungnya.
“Ini malam yang ajaib. Inilah Piala FA dalam bentuk terbaiknya,” kata Cacace, yang baru kembali menjadi starter setelah absen lebih dari dua bulan, seperti dilansir dari BBC Sport.
Kemenangan ini semakin memanaskan atmosfer positif Wrexham. Mereka mencatat empat kemenangan beruntun di Championship, sejak pertama kalinya sejak promosi dari non-liga pada 2023. Sejumlah pemain kunci seperti Lewis Brunt, Andy Cannon, Danny Ward, Kieffer Moore, dan Issa Kabore juga semakin dekat kembali dari cedera, sementara peluang belanja pemain di bursa transfer Januari juga masih terbuka.
Sebaliknya, Nottongham Forest harus melakukan evaluasi menyeluruh setelah kekalahan dari Wrexham ini. Sean Dyche secara terbuka menyesalkan sikap beberapa pemainnya. Mereka mengabaikannya, karena menganggap remeh lawan.
“Kami sudah memperingatkan tentang Wrexham, tapi penampilan kami sangat jauh dari standar. Beberapa pemain masuk dan mengubah segalanya, barulah kami terlihat seperti tim Liga Premier. Tapi terlambat,” keluhnya usai pertandingan.
Kini Nottingham Forest harus kembali fokus pada misi bertahan di kasta tertinggi, Liga Inggris. Sementara itu, di Wales utara, para pendukung Wrexham mulai berani bermimpi lebih jauh di Piala FA Inggris.