Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Karier Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid harus berakhir lebih cepat dari rencana awal. Meski hasil akhirnya jauh dari harapan, Alonso menegaskan dirinya meninggalkan klub dengan kepala tegak setelah merasa telah memberikan segalanya untuk Los Blancos.

Dalam surat perpisahan yang diunggah di Instagram pada Selasa (13/1/2026), Alonso mengungkapkan perasaannya dengan nada emosional namun penuh respek. Terlepas dari semua yang terjadi, Alonso menyatakan merasa terhormat bisa menjadi pelatih Real Madrid.

“Fase profesional saya sudah selesai, dan memang tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar Madrid atas dukungan dan kepercayaan mereka. Saya pergi dengan rasa bangga, respek, dan kepuasan karena telah memberikan yang terbaik,” ujar Alonso.

Secara resmi, Alonso tak lagi menjabat sebagai pelatih Real Madrid sejak Senin (12/1/2026) malam WIB. Keputusan itu diambil kurang dari 24 jam setelah Madrid kalah dramatis 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026, yang menjadi titik puncak kekecewaan manajemen Madrid.

Performa Real Madrid memang menunjukkan penurunan signifikan sejak November. Dari 14 laga terakhir di semua ajang, mereka hanya mampu meraih tujuh kemenangan. Hasil tersebut membuat Madrid kehilangan posisi puncak klasemen Liga Spanyol, yang kini direbut oleh rival abadi mereka, Barcelona.

Tak hanya soal hasil di lapangan, Alonso juga disebut mengalami masalah di ruang ganti. Hubungannya dengan sejumlah pemain dikabarkan merenggang, sehingga manajemen merasa perlu mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas tim.

Padahal, Alonso sempat digadang-gadang sebagai sosok ideal untuk mengembalikan kejayaan Real Madrid. Ia direkrut dengan reputasi mentereng usai meraih kesuksesan bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga. Namun, ekspektasi tinggi itu tak mampu terwujud selama tujuh bulan masa kepemimpinannya.

Tak Kecewa...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler