Mo Salah di Piala Afrika 2025, Balas Dendam pada Sadio Mane
Budi Santoso
Rabu, 14 Januari 2026 14:26:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Mo Salah kembali berada di persimpangan penting kariernya. Saat memimpin Timnas Mesir menghadapi Senegal di semifinal Piala Afrika 2025, bintang Liverpool itu memikul dua beban sekaligus. Harapan besar seluruh rakyat Mesir dan ambisi pribadinya yang belum juga terwujud, mengangkat trofi Afcon.
Mesir memang menjadi raja Afrika dengan rekor tujuh gelar juara Piala Afrika. Namun, kejayaan terakhir itu terjadi pada 2010, setahun sebelum Salah menjalani debut internasionalnya. Sejak saat itu, gelar Juara Piala Afrika selalu terasa dekat, tetapi tak pernah bisa diraih Mo Salah.
Dalam usia yang sudah mencapai 33 tahun, perjalanan Mo Salah di Piala Afrika penuh dengan kisah ‘nyaris’. Sudah dua kali dirinya merasakan pahitnya kalah di final, masing-masing di edisi 2017 dan 2021.
Di Piala Afrika 2019 yang digelar di kandang sendiri, Mesir justru tersingkir lebih awal, di babak 16 besar. Sementara pada final 2023, cedera membuatnya tak berdaya menyelamatkan tim dari kegagalan.
“Tidak ada seorang pun, bahkan di Mesir, yang lebih ingin memenangkan trofi ini selain saya. Saya sudah memenangkan hampir semua gelar. Inilah satu-satunya trofi yang benar-benar saya tunggu,” ujar Salah setelah seperti dilansir dari ESPN.
Laga semifinal Piala Afrika 2026 yang akan berlangsung di Tangier, Kamis (15/1/2026) tengah malam ini, menempatkan Mo Salah berhadapan dengan Senegal kembali. Itu berarti Mo Salah akan menghadapi mantan rekan setimnya di Liverpool, Sadio Mane.
Dalam tiga pertemuan internasional terakhir, Mane dan Senegal dua kali mampu mengalahkan Mesir yang dipimpin Mo Salah. Dari catatan sejarah ini, Mo Salah jelas ingin merebut kemenangan, untuk bisa melaju ke final dan sekaligus membalas dendam.
Kesempatan Terakhir...
Dengan usia yang sama-sama menginjak 33 tahun dan format Piala Afrika yang akan digelar empat tahun sekali mulai 2028, maka Piala Afrika 2025 ini bisa saja menjadi kesempatan terakhir Mo Salah dan Sadio Mane. Salah harus menang jika ingin memiliki peluang bisa membawa trofi Piala Afrika ke Kairo.
Meski telah meraih banyak gelar bersama Liverpool dan menyabet beragam penghargaan individu, Mo Salah merasa belum lengkap, tanpa gelar juara Piala Afrika. Karena itu, laga semifinal Mesir vs Senegal jelas akan diperjuangkannya dengan sengit.



