Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Protes keras dilancarkan para pemain Senegal, dan bahkan mereka sempat meninggalkan lapangan menuju ruang ganti pada menit ke-90+12. Situasi baru mereda setelah Sadio Mane turun tangan dan membujuk rekan setimnya untuk mau kembali ke lapangan.

Jadilah, Brahim Diaz melakukan eksekusi penalti, 20 menit lebih sejak yang keputusan kontroversial itu diberikan wasit. Tetapi, sepertinya dewi fortuna memang berada di pihak Senega dan Sadio Mane. Dengan gaya panenka, Brahim Diaz gagal menyelesaikan kesempatan itu. Penaltinya dengan mudah diantisipasi kiper Senegal.

Bola tidak masuk ke gawang Senegal, Brahim Diaz tersungkur dan menangis di lapangan. Sementara Senegal seperti lolos dari “hukuman mati”, dan untuk selanjutnya benar-benar trengginas memanfaatkan kesempatan.

Skor imbang 0-0 akhirnya harus berlanjut ke perpanjangan waktu. Laga di babak tambahan tetap berlangsung dengan tensi tinggi. Pada menit ke-94, momen penentu akhirnya tiba. Pape Gueye melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur tak terbendung ke sudut atas gawang Bounou.

Gol spektakuler itu langsung mengubah jalannya sejarah final. Maroko mencoba bangkit di sisa waktu, namun kondisi semakin sulit setelah mereka harus bermain dengan energi terkuras dan kehilangan Hamza Igamane. Sebeliknya Senegal sudah keburu mendapatkan kedisplinan bermainnya.

Kemenangan ini memastikan gelar Piala Afrika kedua dalam sejarah sepak bola Senegal. Lebih dari sekadar trofi, hasil ini menegaskan Senegal sebagai kekuatan baru sepak bola Afrika, tim dengan mental baja, kualitas individu mumpuni, dan karakter juara.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler