Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Final Piala Afrika 2025 yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1/2026) dinihari WIB, dipastikan menjadi momen tak terlupakan bagi Brahim Diaz. Penyerang Timnas Maroko ini melakukan sebuah blunder tak termaafkan setelah penalti panenkanya gagal.

Di Final Piala Afrika 2025 antara Maroko vs Senegal, Ibrahim Diaz pemain Real Madrid ini, sebenarnya memiliki kesempatan menjadi bagian sejarah besar bagi sepak bola Maroko. Penaltinya di akhir babak kedua, seharusnya bisa membawa Maroko menjadi Juara Piala Afrika 2026.

Tetapi, semua tidak terjadi untuk sesuatu yang baik untuk Brahim Diaz ini. Namanya mungkin tetap akan diingat oleh rakyat Maroko. Tetapi diingat untuk sesuatu yang pahit, menyedihkan, dan tidak diinginkan untuk diingat. Penalt Panenka yang dilepasnya gagal total, setelah kiper Senegal dengan gampang menangkapnya.

Maroko yang sudah menantikan selama 50 tahun untuk bisa merebut gelar Juara Piala Afrika 2026, harus menerima kenyataan pahit ini setelah kegagalan Brahim Diaz ini. Gelar juara yang sudah nyaris akhirnya menjauh dan sepenuhnya hilang setelah Senegal mencetak gol kemenangan mereka.

Brahim Diaz yang sepanjang turnamen menjadi top skor bagi Maroko dengan 5 gol, harus membayar mahal denga percobaan penalti panenkanya. Momen itu dipastikan menjadi sangat mengerikan bagi dirinya. Kiper Senegal Edouard Mendy dengan cara yang mudah mementahkan tendangannya.

Perasaan buruk itu bahkan sudah langsung dirasakannya setelah diganti dan berada di bangku cadangan. Brahim Diaz nampak menangis, tak kuasa memahami apa yang sudah dilakukannya. Sebuah penyesalan panjang yang sudah langsung mulai dirasakannya.

Brahim Diaz, penyerang Real Madrid itu memang harus menunggu sekitar 17 menit untuk mengambil tendangan. Itu terjadi setelah mayoritas pemain Senegal, termasuk Mendy. Mereka keluar lapangan, karena merasa penalti yang diberikan untuk Maroko sangat kontroversial.

Tak Bisa Menyalahkan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler