PSG Tegaskan Vitinha Tidak Dijual, Real Madrid Gigit Jari
Budi Santoso
Rabu, 21 Januari 2026 19:27:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mengambil sikap tegas terkait ketertarikan Real Madrid terhadap Vitinha. Klub ibu kota Prancis itu memastikan gelandang asal Portugal miliki mereka sama sekali Tidak Dijual.
Seperti dilansir dari BBC Sports, pernyataan ini sekaligus menutup pintu bagi semua spekulasi transfer yang mengaitkan Vitinha dengan Madrid. Sehingga bisa dikatakan klub raksasa Spanyol ini harus gigit jari.
Ketertarikan Real Madrid terhadap Vitinha sejatinya bukan tanpa alasan. Tim asal Spanyol tersebut tengah membutuhkan tambahan gelandang berkualitas untuk menjaga keseimbangan dan kontrol permainan di lini tengah.
Dalam radar pencarian itu, nama Vitinha mencuat sebagai salah satu kandidat ideal berkat performa konsisten bersama Paris Saint Germain dalam beberapa musim terakhir. Pemain ini diharapkan bisa berperan seperti Luka Modric yang dilepas musim panas lalu.
Namun, seluruh rencana Real Madrid harus terhenti. Menurut laporan The Athletic, manajemen PSG memberikan jawaban yang sangat jelas, Vitinha bukan pemain yang bisa dinegosiasikan. Keputusan ini tidak berkaitan dengan nilai transfer atau potensi tawaran besar, melainkan murni pertimbangan strategi klub Paris.
Vitinha kini bukan lagi sekadar opsi rotasi. Gelandang kelahiran tahun 2000 itu telah berkembang menjadi pusat permainan PSG. Kemampuannya menjaga tempo, keluar dari tekanan, mengatur ruang, serta mengambil keputusan cepat dengan intensitas tinggi membuatnya dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik Eropa saat ini.
Di bawah arahan Luis Enrique, peran Vitinha semakin krusial. Sistem permainan PSG dibangun dengan dirinya sebagai poros utama, baik dalam fase penguasaan bola maupun transisi bertahan. Disiplin taktis dan kecerdasan membaca permainan menjadikannya “otak” lini tengah Paris Saint-Germain, sebuah peran yang sulit tergantikan.
Tegas...
- 1
- 2



