Laporta menyebut keputusan tersebut sebagai situasi yang sangat tidak menyenangkan bagi Barcelona karena kesepakatan telah ada. Namun semua berubah di menit terakhir, dan Barcelona dengan semua keterbatasannya tak mampu lagi mencegah kepergian Dro Fernandes.
Nada serupa datang dari pelatih Hansi Flick. Pelatih asal Jerman ini menyindir peran lingkungan sekitar pemain muda itu terlalu dominan dalam pengambilan keputusan. Terutama pada usia 17–18 tahun yang masih rentan tekanan, keputusan itu bisa saja akan memberi dampak tak terduga.
Padahal, Dro Fernandes disebut sebagai salah satu proyek masa depan terpenting La Masia, dengan gaya bermain yang kerap dibandingkan dengan Thiago Alcantara dan Pedri. Meski begitu, sang pemain memilih pergi karena persaingan ketat di lini tengah Barcelona.
Kehadiran nama-nama seperti Dani Olmo dan Fermin Lopez membuat peluangnya tampil reguler sebagai gelandang nomor 8 dalam skema Flick semakin terbatas. Di balik keberhasilan PSG merekrutnya, sosok Luis Enrique muncul sebagai sosok yang dianggap memberi pengaruh besar.
Mantan pelatih Barcelona dan Timnas Spanyol itu dikabarkan turun tangan langsung menelepon Dro Fernandes. Selain itu, Enrique juga disebut memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Ivan de la Pena yang menjadi agen Dro Fernandes, untuk meyakinkan sang pemain bergabung ke Paris.
Pada acara perkenalan resmi, Dro Fernandes tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Pemain ini mengaku bangga mengenakan seragam PSG dan siap mendedikasikan diri sepenuhnya untuk klub barunya. Dro Fernandes akan memiliki kontrak di PSG hingga musim panas 2030.
Kepergian Dro Fernandes bukan sekadar kehilangan satu pemain muda bagi Barcelona. Tetapi kasus ini juga menjadi pukulan telak bagi gengsi klub raksasa Spanyol tersebut di tengah ketatnya persaingan bursa transfer musim dingin.
Murianews, Kudus – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya benar-benar membuat geger bursa transfer musim dingin setelah resmi merekrut talenta muda Dro Fernandes dari Barcelona. Gelandang berusia 18 tahun lulusan La Masia itu ditebus dengan mahar 8 juta euro.
Operasi transfer PSG ini akhirnya langsung memicu kontroversi dan gelombang kekecewaan di kubu Blaugrana. Karena sebenarnya, Barcelona dalam kasus ini tidak ingin kehilangan pemain muda harapan mereka. Tetapi keterbatasan kemampuan keuangan membuat mereka harus kecewa.
Kesepakatan ini menjadi salah satu drama terbesar pada transfer Januari ini. Secara mengejutkan, Paris Saint Germain memilih membayar lebih tinggi dari klausul pelepasan Dro Fernandes yang hanya 6 juta euro.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk itikad baik PSG untuk mengompensasi penyesuaian inflasi sekaligus menjaga hubungan dengan manajemen Camp Nou. Tetapi tetap saja, dalam hal ini Barcelona seperti ditikung oleh klub raksasa Prancis itu.
Bagi Barcelona, kepergian Dro Fernandes terasa sangat menyakitkan. Klub Catalan sebelumnya yakin telah mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak yang akan ditandatangani sesaat setelah sang pemain genap berusia 18 tahun pada 12 Januari lalu.
Seperti dilansir dari Mundo Deportivo, suasana optimistis Barcelona sempat terlihat ketika Raphinha memberikan kue ulang tahun kepada Dro Fernandes dalam penerbangan pulang dari Jeddah setelah memenangi Piala Super Spanyol lalu. Namun situasi berubah drastis.
Pada pekan ulang tahunnya, agen Dro Fernandes tiba-tiba membatalkan seluruh kesepakatan dengan Barcelona dan membuka jalan menuju Paris. Presiden Joan Laporta bahkan disebut tak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya.
Laporta Kecewa...
Laporta menyebut keputusan tersebut sebagai situasi yang sangat tidak menyenangkan bagi Barcelona karena kesepakatan telah ada. Namun semua berubah di menit terakhir, dan Barcelona dengan semua keterbatasannya tak mampu lagi mencegah kepergian Dro Fernandes.
Nada serupa datang dari pelatih Hansi Flick. Pelatih asal Jerman ini menyindir peran lingkungan sekitar pemain muda itu terlalu dominan dalam pengambilan keputusan. Terutama pada usia 17–18 tahun yang masih rentan tekanan, keputusan itu bisa saja akan memberi dampak tak terduga.
Padahal, Dro Fernandes disebut sebagai salah satu proyek masa depan terpenting La Masia, dengan gaya bermain yang kerap dibandingkan dengan Thiago Alcantara dan Pedri. Meski begitu, sang pemain memilih pergi karena persaingan ketat di lini tengah Barcelona.
Kehadiran nama-nama seperti Dani Olmo dan Fermin Lopez membuat peluangnya tampil reguler sebagai gelandang nomor 8 dalam skema Flick semakin terbatas. Di balik keberhasilan PSG merekrutnya, sosok Luis Enrique muncul sebagai sosok yang dianggap memberi pengaruh besar.
Mantan pelatih Barcelona dan Timnas Spanyol itu dikabarkan turun tangan langsung menelepon Dro Fernandes. Selain itu, Enrique juga disebut memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Ivan de la Pena yang menjadi agen Dro Fernandes, untuk meyakinkan sang pemain bergabung ke Paris.
Pada acara perkenalan resmi, Dro Fernandes tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Pemain ini mengaku bangga mengenakan seragam PSG dan siap mendedikasikan diri sepenuhnya untuk klub barunya. Dro Fernandes akan memiliki kontrak di PSG hingga musim panas 2030.
Kepergian Dro Fernandes bukan sekadar kehilangan satu pemain muda bagi Barcelona. Tetapi kasus ini juga menjadi pukulan telak bagi gengsi klub raksasa Spanyol tersebut di tengah ketatnya persaingan bursa transfer musim dingin.