Thomas Frank juga menyebut ada hal-hal yang terjadi di Tottenham Hotspur membuat tim tidak sepenuhnya bisa bergerak seperti yang diharapkan. Semua membutuhkan penanganan agar bisa lebih baik secara fisk dan menta dalam menghadapinya.
"Bagian dari itu tentu saja adalah 11 cedera atau 10 ditambah skorsing ditambah satu lagi kekaahan hari ini yang tentu saja tidak kondusif untuk membantu bisa memperbaiki situasi seperti ini,” ujarnya lagi.
Menariknya, keputusan Tottenham Hotspur untuk memecat Thomas Frank terjadi hanya beberapa jam setelah seorang nama pelatih yang menjadi target pada musim panas lalu muncul. Sosok yang dimaksud adala Roberto De Zerbi.
Pada musim panas lalu, Roberto De Zerbi adalah salah satu nama yang didekati Hotspur sebagai pelatih mereka. Saat ini, pelatih asal Italia itu juga meninggalkan klubnya Marseille, dan mencari pekerjaan baru, pada Selasa (10/2/2026) malam waktu Inggris.
Roberto De Zerbi langsung muncul sebagai kandidat pengganti Thomas Frank di kursi panas Tottenham Hotspur. Rumor yang berkembang menyebut Manchester United adalah tim Liga Inggris lain yang juga berminat untuk menggunakan jasanya.
Murianews, Kudus – Manajemen klub Tottenham Hotspur akhirnya mengambil keputusan memecat Thomas Frank dari jabatan pelatih. Langkah ini dilakukan, Rabu (11/2/2026) setelah Hotspur menukik ke posisi 16 Klasemen Liga Inggris, usai dikalahkan 1-2 Newcastle, Selasa (10/2/2026).
Seperti dilansir dari si.com soccer, sebelumnya Thomas Frank masih yakin dirinya akan tetap menjadi pelatih Tottenham Hotspur setelah kekalahan 1-2 dari Newcastle United. Tetapi, berikutnya keputusan pemecatannya diumumkan Tottenham Hotspur melalui laman resmi mereka.
"Thomas ditunjuk pada Juni 2025, dan kami telah bertekad untuk memberinya waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan penampilan telah membuat dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada saat ini di musim ini diperlukan,"demikian pernyataan resmi klub.
Kekalahan dari Newcastle United, pada akhirnya telah membuat Tottenham Hotspur terjerembab ke posisi 16 di Klasemen Liga Inggris. Salah satu klub besar Liga Inggris ini hanya berada 5 poin di depan dari zona degradasi. Sementara musim ini hanya tingga menyisakan 12 pertandingan lagi untuk dimainkan.
Ejekan memekakan telinga telah terjadi dan ditujukan kepada Frank dan para pemain Spurs selama pertandingan melawan Newcastle United. Kekalahan pada hari Selasa (10/2/2026) benar-benar telah melenyapkan kepercayaan publik pada Thomas Fank.
Pelatih asal Denmark itu hanya memenangkan tujuh dari 26 pertandingan di Liga Inggris. Sehingga saat ini ancaman degradasi sudah bukan lagi menjadi sekedar lelucon bagi Tottenham Hotspur.
Sebelumnya setelah kekalahan dari Newcastle United Thomas Frank masih mencoba untuk memberikan pembelaan. Menurutnya, sampai saat ini dirinya dan semua pemain masih terus bekerja keras untuk merebut hasil yang baik.
"Saya mengerti perasaan frustrasi dari para penggemar ini. Kami berada dalam posisi yang tidak kami inginkan dan kami bekerja sangat keras siang dan malam untuk berubah. Saya juga berpikir itu adalah situasi yang harus dihadapi,” ujarnya setelah laga.
Cedera Pemain...
Thomas Frank juga menyebut ada hal-hal yang terjadi di Tottenham Hotspur membuat tim tidak sepenuhnya bisa bergerak seperti yang diharapkan. Semua membutuhkan penanganan agar bisa lebih baik secara fisk dan menta dalam menghadapinya.
"Bagian dari itu tentu saja adalah 11 cedera atau 10 ditambah skorsing ditambah satu lagi kekaahan hari ini yang tentu saja tidak kondusif untuk membantu bisa memperbaiki situasi seperti ini,” ujarnya lagi.
Menariknya, keputusan Tottenham Hotspur untuk memecat Thomas Frank terjadi hanya beberapa jam setelah seorang nama pelatih yang menjadi target pada musim panas lalu muncul. Sosok yang dimaksud adala Roberto De Zerbi.
Pada musim panas lalu, Roberto De Zerbi adalah salah satu nama yang didekati Hotspur sebagai pelatih mereka. Saat ini, pelatih asal Italia itu juga meninggalkan klubnya Marseille, dan mencari pekerjaan baru, pada Selasa (10/2/2026) malam waktu Inggris.
Roberto De Zerbi langsung muncul sebagai kandidat pengganti Thomas Frank di kursi panas Tottenham Hotspur. Rumor yang berkembang menyebut Manchester United adalah tim Liga Inggris lain yang juga berminat untuk menggunakan jasanya.