Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan berlangsung semakin terbuka. Delapan menit kemudian, Milan hampir berbalik unggul melalui sundulan Youssouf Fofana di depan gawang Como. Namun bola masih melambung tipis di atas mistar sehingga skor tetap imbang.
Ketegangan memuncak pada menit ke-81 saat terjadi keributan di tepi lapangan. Wasit kemudian mengganjar pelatih Milan, Massimiliano Allegri, dengan kartu merah. Insiden tersebut menambah drama dalam duel sengit kedua tim.
Di sisa waktu pertandingan, baik Milan maupun Como sama-sama berupaya mencari gol kemenangan. Serangan demi serangan dilancarkan, tetapi disiplin lini belakang kedua kubu mampu menjaga skor tetap seimbang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah.
Tambahan satu poin membuat AC Milan tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia Serie A dengan koleksi 54 poin. Sementara itu, Como 1907 naik ke posisi keenam dengan 42 poin dan semakin mempertegas status mereka sebagai kuda hitam musim ini.
Hasil ini sekaligus menunjukkan jika Como, sebagai Klub Milik Grup Djarum Indonesia, mampu bersaing serius di papan atas Liga Italia. Mereka mampu berada di papan atas klasemen Liga Italia serie A musim ini.
Murianews, Kudus – Raksasa Italia, AC Milan gagal meraih kemenangan saat menjamu Como 1907 pada giornata ke-25 Liga Italia Serie A musim 2025/2026, Kamis (19/2/2026) pagi WIB. Di laga yang digelar di Stadion San Siro, kedua tim harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 1-1.
Hasil ini membuat persaingan papan atas Liga Italia Serie A semakin ketat memasuki pekan-pekan krusial. Como 1907 yang dikenal sebagai Klub Milik Grup Djarum Indonesia tampil berani sejak awal laga. Mereka bahkan mampu mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-32 melalui gol Nico Paz.
Gol ini berawal dari kesalahan kiper Milan, Mike Maignan, yang salah mengirim umpan di area pertahanan sendiri. Bola berhasil dipotong Paz yang kemudian langsung menyambar dan berikutnya dengan tenang menceploskannya ke gawang kosong tanpa perlawanan berarti.
Keunggulan tersebut membuat kepercayaan diri para pemain Como meningkat signifikan. Skuad asuhan Cesc Fabregas itu mampu menjaga tempo permainan hingga akhir babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Milan mencoba merespons cepat ketertinggalan tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.Fikayo Tomori sempat melepaskan sepakan voli dua menit setelah gol Como, namun masih diamankan Jean Butez.
Como juga sempat mengancam lagi lewat tendangan Sergi Roberto pada menit ke-38, tetapi Maignan menebus kesalahannya dengan penyelamatan penting. Memasuki babak kedua, tekanan Milan semakin konsisten dan terorganisasi.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 ketika Rafael Leao mencetak gol penyeimbang.Leao sukses memanfaatkan umpan lambung Ardon Jashari sebelum mencungkil bola melewati Jean Butez.
Kartu Merah...
Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan berlangsung semakin terbuka. Delapan menit kemudian, Milan hampir berbalik unggul melalui sundulan Youssouf Fofana di depan gawang Como. Namun bola masih melambung tipis di atas mistar sehingga skor tetap imbang.
Ketegangan memuncak pada menit ke-81 saat terjadi keributan di tepi lapangan. Wasit kemudian mengganjar pelatih Milan, Massimiliano Allegri, dengan kartu merah. Insiden tersebut menambah drama dalam duel sengit kedua tim.
Di sisa waktu pertandingan, baik Milan maupun Como sama-sama berupaya mencari gol kemenangan. Serangan demi serangan dilancarkan, tetapi disiplin lini belakang kedua kubu mampu menjaga skor tetap seimbang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah.
Tambahan satu poin membuat AC Milan tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia Serie A dengan koleksi 54 poin. Sementara itu, Como 1907 naik ke posisi keenam dengan 42 poin dan semakin mempertegas status mereka sebagai kuda hitam musim ini.
Hasil ini sekaligus menunjukkan jika Como, sebagai Klub Milik Grup Djarum Indonesia, mampu bersaing serius di papan atas Liga Italia. Mereka mampu berada di papan atas klasemen Liga Italia serie A musim ini.