Liga Champions dalam format baru telah dirancang untuk mengurangi perbedaan pendapatan antar klub peserta. Selain itu juga untuk memastikan distribusi hadiah uang yang lebih merata di semua tim yang bersaing. Format baru ini membantu klub kecil mendapatkan lebih banyak manfaat dari partisipasi mereka.
Secara riil, pada Liga Champions 2022/2023 Manchester City memperoleh sekitar $142,5 juta (£110 juta) setelah merebut gelar juara. Setelah dikombinasikan dengan sukses mereka di Liga Inggris, Man City mendapatkan kekuatan keuangan yang signifikan.
Contoh lainnya, tim asal Prancis Brest yang baru saja mencicipi Liga Champions untuk pertama kalinya mereka pada 2024/2025, sudah mendapatkan $ 37,3 juta (£ 28,8 juta). Jumlah ini hampir setengah dari nilai seluruh klub pada saat itu. Brest saat itu memenangkan empat dari delapan pertandingan fase penyisihan.
Sukses Brest pada akhirnya membuat mereka berani merencanakan pembagungan stadion baru berkapasitas 15.000 kursi, Arkea Park untuk akan menggantikan Stade Francis-Le Blee yang sudah ketinggalan zaman, pada 2025. Stadion mereka yang lebih dari 100 tahun tidak dapat digunakan lagi di Liga Champions karena tidak memenuhi kriteria UEFA.
Untuk Liga Champions musim 2024/2025, klub gurem seperti Kairat Almaty dari Kazakhstan dan Pafos dari Siprus bahkan akan mendapat keuntungan besar, meski mereka hanya bermain di fase penyisihan saja.
Murianews, Kudus – Potensi hadiah uang bagi Juara Liga Champions 2025-2026 dipastikan akan mencapai jumlah yang menakjubkan. Seperti dilansir dari Sport Ilustrated, tim juara Liga Champions musim ini akan bisa mengantongi sekitar €110,8 juta (£95,6 juta, $129,2 juta).
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari hadiah uang yang berbasis kinerja atau prestasi di sepanjang turnamen yang berlangsung. Jumlah tersebut belum termasuk bagian dari pembagian yang diberikan UEFA dari beberapa kategori yang sudah disepakati.
Untuk mencapai total hadiah ini, sebuah klub harus memenangkan delapan pertandingan di fase penyisihan. Kemudian memuncaki klasemen, dan selanjutnya bisa melanjutkan ke tahap akhir hingga menang di pertandingan final.
Di liga Champions 2025/2026, Arsenal memiliki potensi ini jika mereka bisa terus melaju ke final dan menang. Arsenal adalah satu-satunya tim yang sukses menang di 8 pertandingan fase penyisihan Liga Champions yang sudah selesai di gelar.
Namun, demikian jumlah total hadiah dari juara Liga Champions, masih belum bisa dipastikan karena ada komponen hadiah yang diberikan berdasarkan kategori lain. Diantaranya adalah pembagian kompensasi yang didasarkan pada nilai pasar (hak siar), yang jumlah berbeda bergabtung reputasi klub.
Hadiah uang dari Liga Champions jelas akan sangat penting bagi kelangsungan tim pesertanya. Untuk klub kecil seperti Bodo/Glimt, hadiah uang ini jelas akan menjadi sebuah penghasilan signifikan dari anggaran tahunan mereka. Uang ini dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas, meningkatkan akademi dan tempat latihan, atau membeli pemain baru.
Untuk klub yang lebih besar, dampak keuangannya bahkan lebih besar. Memenangkan kompetisi akan memberikan ketersediaan uang tunai yang substansial. Hadiah uang Liga Champions ini bisa diivestasikan kembali untuk meningkatkan kekuatan tim.
Format Baru...
Liga Champions dalam format baru telah dirancang untuk mengurangi perbedaan pendapatan antar klub peserta. Selain itu juga untuk memastikan distribusi hadiah uang yang lebih merata di semua tim yang bersaing. Format baru ini membantu klub kecil mendapatkan lebih banyak manfaat dari partisipasi mereka.
Secara riil, pada Liga Champions 2022/2023 Manchester City memperoleh sekitar $142,5 juta (£110 juta) setelah merebut gelar juara. Setelah dikombinasikan dengan sukses mereka di Liga Inggris, Man City mendapatkan kekuatan keuangan yang signifikan.
Contoh lainnya, tim asal Prancis Brest yang baru saja mencicipi Liga Champions untuk pertama kalinya mereka pada 2024/2025, sudah mendapatkan $ 37,3 juta (£ 28,8 juta). Jumlah ini hampir setengah dari nilai seluruh klub pada saat itu. Brest saat itu memenangkan empat dari delapan pertandingan fase penyisihan.
Sukses Brest pada akhirnya membuat mereka berani merencanakan pembagungan stadion baru berkapasitas 15.000 kursi, Arkea Park untuk akan menggantikan Stade Francis-Le Blee yang sudah ketinggalan zaman, pada 2025. Stadion mereka yang lebih dari 100 tahun tidak dapat digunakan lagi di Liga Champions karena tidak memenuhi kriteria UEFA.
Untuk Liga Champions musim 2024/2025, klub gurem seperti Kairat Almaty dari Kazakhstan dan Pafos dari Siprus bahkan akan mendapat keuntungan besar, meski mereka hanya bermain di fase penyisihan saja.