Tetapi ketika semuanya tampak siap, kesepakatan itu tiba-tiba berantakan. Xavi meyebut, jika presiden Joan Laporta-lah yang justru memutuskan untuk menghentikan seluruh proses negosiasi, di menit terakhir. Laporta mengatakan, jika Messi kembali ke Barcelona, maka itu akan menjadi perang dengan dirinya.
Karena itu Laporta tidak ingin kesepakatan Barcelona dan Messi ini terjadi. Sejak itu, Lionel Messi tak pernah menghubungi Xavi Hernandez lagi. Ayah Messi, Jorge Messi juga tidak bersedia melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Xavi Hernandez.
Ketika kontraknya bersama Paris Saint Germain berakhir pada musim panas 2023, Lionel Messi akhirnya memilih bergabung dengan Inter Miami CF di liga MLS, ketimbang kembali ke Barcelona. Kegagalan negosiasi ini bahkan disebut Xavi sempat membuat Messi salah paham terhadap dirinya.
Messi menganggap Xavi Hernandez yang telah menggagalkan rencana kepulangan dirinya ke Barcelona. Namun dalam perkembangannya, Messi memahami situasi yang terjadi, dan sudah memiliki hubungan yang normal dengan Xavi Hernandez.
Kegagalan Messi kembali ke Barcelona, diklaim Xavi Hernandez bukan karena masalah keuangan atau regulasi La Liga Spanyol. Tetapi semuanya karena memang tidak dikehendaki Joan Laporta, presiden Barcelona saat itu.
Sejak itu, hubungan Xavi Hernandez dengan Joan Laporta pada akhirnya juga memburuk. Meski sebelumnya mendapatkan janji kerjsama jangka panjang, Xavi Hernandez akhinya dipecat Joan Laporta pada 2024.
Murianews, Kudus – Mantan pelatih Barcelona yang juga rekan tim Lionel Messi di Barcelona, Xavi Hernandez mengungkapkan pernyataan yang mengejutkan. Itu berkait dengan kepulangan Lionel Messi pada 2023 yang sempat akan terjadi tapi akhirnya tak jadi.
Seperti dilansir Mundo Deportivo, Xavi Hernandez membuat detail yang mengejutkan mengenai kepulangan Messi pada 2023. Apa yang disampaikan saat ini bisa saja berhubungan dengan kepentingan pemilihan Presiden Barcelona yang akan segera digelar.
Xavi Hernandez dengan terang-terangan menyatakan, pada 2023 lalu Lionel Messi sudah hampir tiba kembali di Barcelona, setelah kepergiannya ke Paris Saint Germain. Rencana itu sudah mendekati akhir, termasuk lampu hijau dari pihak La Liga.
Menurut Xavi Hernandez, sejak merebut gelar Juara Piala Dunia 2022 bersama Argentina di Qatar, Lionel Messi sangat serius ingin kembali ke Barcelona. Saat itu dirinya teribat dalam komunikasi yang sangat aktif dengan Lionel Messi terkait rencana kepulangannya ke Barcelona.
"Leo hampir menandatangani kontrak. Setelah memenangkan Piala Dunia, kami menghubungi dan dia sangat bersemangat untuk kembali. Saya mengatakan kepadanya ketika dia setuju, saya akan memberi tahu ketua karena secara teknis itu adalah kesepakatan yang sangat bagus," ujar Xavi Hernandez.
Saat itu Xavi bahkan sangat yakin, akhir yang indah akan bisa diterima Lionel Messi di klub yang sangat dicintainya ini. The Last Dance Messi, diharapkannya bisa terjadi dalam balutan seragam Barcelona.
Selama berbulan-bulan, dirinya berkomunikasi dengan aktif dan mendapati Messi sangat senang dan antusias untuk bisa kembali ke Barcelona. Apalagi rencana ini juga telah mendapatkan persetujuang dari La Liga Spanyol dalam hal ini.
Laporta...
Tetapi ketika semuanya tampak siap, kesepakatan itu tiba-tiba berantakan. Xavi meyebut, jika presiden Joan Laporta-lah yang justru memutuskan untuk menghentikan seluruh proses negosiasi, di menit terakhir. Laporta mengatakan, jika Messi kembali ke Barcelona, maka itu akan menjadi perang dengan dirinya.
Karena itu Laporta tidak ingin kesepakatan Barcelona dan Messi ini terjadi. Sejak itu, Lionel Messi tak pernah menghubungi Xavi Hernandez lagi. Ayah Messi, Jorge Messi juga tidak bersedia melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Xavi Hernandez.
Ketika kontraknya bersama Paris Saint Germain berakhir pada musim panas 2023, Lionel Messi akhirnya memilih bergabung dengan Inter Miami CF di liga MLS, ketimbang kembali ke Barcelona. Kegagalan negosiasi ini bahkan disebut Xavi sempat membuat Messi salah paham terhadap dirinya.
Messi menganggap Xavi Hernandez yang telah menggagalkan rencana kepulangan dirinya ke Barcelona. Namun dalam perkembangannya, Messi memahami situasi yang terjadi, dan sudah memiliki hubungan yang normal dengan Xavi Hernandez.
Kegagalan Messi kembali ke Barcelona, diklaim Xavi Hernandez bukan karena masalah keuangan atau regulasi La Liga Spanyol. Tetapi semuanya karena memang tidak dikehendaki Joan Laporta, presiden Barcelona saat itu.
Sejak itu, hubungan Xavi Hernandez dengan Joan Laporta pada akhirnya juga memburuk. Meski sebelumnya mendapatkan janji kerjsama jangka panjang, Xavi Hernandez akhinya dipecat Joan Laporta pada 2024.