Sebelumnya, IFA dilaporkan telah menerima tawaran dari FIFA yang akan memindahkan tempat playoff antara Benua di Meksiko ke Istanbuk Turki. Namun rencana ini juga dianggap beresiko bagi para pemain Timnas Irak.
Karena mereka harus melwati wilayah-wilayah konflik yang sering dilalui oleh drone Iran dan sebaliknya dalam serangan udara yang pecah sejauh ini. Hal itu sangat tidak mungkin bagi Timnas Irak untuk mengambil resiko.
Selain itu, pelatih Timnas Irak, Graham Arnold juga telah menyampaikan kepada IFA, jika dirinya tidak setuju untuk membiarkan para pemainnya menjalani perjalan darat dalam situasi yang tak pasti saat ini. Tidak hanya soal perjalanan, tetapi juga masalah prosesdur administrasi yang lebih ruwet.
Timnas Irak belum merebut tiket ke Piala Dunia 2026. Tim asuhan Graham Arnold masih akan menghadapi Bolivia atau Suriname di playoff antarbenua pada 1 April 2026 nanti di Meksiko.
Murianews, Kudus – Setelah Iran resmi mundur dari Piala Dunia 2026, kini giliran Irak menunjukan sinyalemen yang sama. Tim Asia Barat ini masih menjadi salah satu peserta Playoff antara benua untuk tiket tersisa di Piala Dunia 2026.
Konfederasi Sepak Bola Irak (IFA) dikabarkan mempertimbangkan dengan sangat untuk kemungkinan keluar dari Piala Dunia 2026. Sikap ini didasarkan pada kepetingan keselamatan para pemainnya berkaitan dengan hubungan politik negara ini dengan Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah.
Menurut sumber dari Topskills Sports UK, IFA mempertimbangkan untuk mundur dari Piala Dunia 2026. Keputusan ini muncul setelah Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali membuat pernyataan, timnas Irak tidak akan hadir di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara.
IFA juga telah menyatakan keprihatinan serius berkaitan dengan keselamatan pemain dan staf pelatih mereka. Selain itu, mereka juga merasa masih harus mempertimbangka, apakah mereka pantas berada di Amerika Utara, dalam konteks politik yang terjadi saat ini.
Langkag drastis ini kemugkinan terjadi setelah muncul kekhawatiran tentang negara tuan rumah. Para pejabat Irak sebelumnya telah meminta FIFA untuk memindahkan pertandingan playoff Antara Benua yang akan dijalani Irak di Meksiko.
Irak menyebut, Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara dengan Amerika Serika, Kanada dan Meksiko yang menjadi tuan rumah, berisiko dari segi keamanan. Keselamatan pemain tetap menjadi prioritas merekas, sehingga berharap bisa dipindah ke tempat lain.
Pindah Istanbul...
Sebelumnya, IFA dilaporkan telah menerima tawaran dari FIFA yang akan memindahkan tempat playoff antara Benua di Meksiko ke Istanbuk Turki. Namun rencana ini juga dianggap beresiko bagi para pemain Timnas Irak.
Karena mereka harus melwati wilayah-wilayah konflik yang sering dilalui oleh drone Iran dan sebaliknya dalam serangan udara yang pecah sejauh ini. Hal itu sangat tidak mungkin bagi Timnas Irak untuk mengambil resiko.
Selain itu, pelatih Timnas Irak, Graham Arnold juga telah menyampaikan kepada IFA, jika dirinya tidak setuju untuk membiarkan para pemainnya menjalani perjalan darat dalam situasi yang tak pasti saat ini. Tidak hanya soal perjalanan, tetapi juga masalah prosesdur administrasi yang lebih ruwet.
Timnas Irak belum merebut tiket ke Piala Dunia 2026. Tim asuhan Graham Arnold masih akan menghadapi Bolivia atau Suriname di playoff antarbenua pada 1 April 2026 nanti di Meksiko.