Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Satu momen, satu keputusan dan satu penalti, begitulah yang terjadi saat Timnas Indonesia harus runtuh dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026. Tim asuhan John Herdman bermain dengan cetakan Eropa, tetapi akhirnya tetap kalah juga.

Di hadapan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026) malam WIB, Timnas Indonesia tampil mendominasi. Meski berjarak di ranking FIFA, diluar dugaan Jay Idzes dkk bermain superior dibanding lawannya.

Pertandingan Timnas Indonesia vs Bulgaria berjalan seperti duel catur, hati-hati, penuh kalkulasi dengan kedua tim berusaha menghindari risiko. Selama 30 menit pertama, kedua tim nyaris tak menciptakan peluang bersih, dengan Timnas Indonesia unggul penguasaan bola.

Timnas Indonesia asuhan John Herdman sendiri tampil percaya diri. Jay Idzes dkk tampil dengan umpan-umpan datar yang berani. Permainan dengan cetakan gaya Eropa benar-benar tersaji dengan baik di laga ini.

Bulgaria yang unggul ranking FIFA, bahkan terlihat tak mampu membalikan dominasi. Sebagai tim yang sebenarnya lebih diunggulkan, Bulgaria bahkan hanya bisa mengembangkan strategi serangan balik.

Meski terus ditekan Timnas Indonesia, Bulgaria bisa dikatakan masih mampu mengendalikan situasi. Mereka dengan tenang masih terus bisa meredam serangan demi serangan yang dilancarkan oleh para pemain Timnas Indonesia.

Pada menit ke-38, sebuah momen perebutan bola antara Kevin Diks dan Zdravko Dimitrov di kotak penalti Timnas Indonesia, awalnya dianggap bersih oleh wasit Muhammad Nazmi bin Nasaruddin. Tapi intervensi VAR mengubah segalanya. Keputusan pun berbalik menjadi penalti untuk Bulgaria.

Insiden ini bisa saja disebut kontroversial, melihat sebenarnya gaetan kaki Kevin Diks pada lawannya adalah ekselerasi natural. Tidak ada modus kesengajaan yang muncul dari aksi Kevin Diks ini. Tapi apa daya, wasit Malaysia tetap menunjuk titik putih.

Satu Momen...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler