Semua pihak sepakat, ini bukanlah sekadar keberuntungan. Tetapi ini adalah soal mentalitas. Bosnia Herzegovina menunjukkan determinasi bisa mengalahkan reputasi. Keyakinan dan kepercayaan diri bisa membalikan penilaian dan prakiraan.
Drama gila lainnya terjadi di Eropa Utara, saat Swedia berhasil mengalahkan Polandia dengan skor tipis 3-2. Pertandingan ini yang berlangsung sengit hingga detik terakhir.
Gol penentu yang datang di menit-menit akhir, menjadi momen yang membuncahkan kegembiraan bagi Swedia karena bisa bermain ke Piala Dunia 2026. Selain itu, hasil ini juga seperti membayar “utang” kekalahan mereka di play-off 2022.
Di sisi lain, kekalahan ini terasa pahit bagi Polandia. Bagi striker veteran mereka, Robert Lewandowski ini adalah kesempatan terakhir yang hilang untuk tampil di panggung dunia. Sebuah penutup yang jauh dari ideal untuk karier panjangnya yang gemilang.
Berikutnya, dari Eropa Timur, Turki akhirnya mengakhiri penantian panjang lebih dari dua dekade untuk kembali tampil di Piala Dunia. Kemenangan atas Kosovo menjadi bukti, jika investasi jangka panjang mereka mulai membuahkan hasil.
Sementara itu, Republik Ceko menunjukkan ketangguhan dengan menyingkirkan Denmark dalam laga dramatis. Semua menunjukan dan menegaskan, kekuatan sepak bola Eropa kini tak hanya didominasi tim-tim di kawasann Eropa Barat.
Murianews, Kudus – Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa resmi berakhir, dan hasilnya benar-benar di luar dugaan. Sebuah kejutan liar terjadi, ketika Timnas Italia terguling oleh Bosnia Herzegovina melalui adu tendangan penalti.
Dalam rangkaian laga play-off yang penuh tekanan dan emosi, Eropa pada akhirnya mengunci 16 wakilnya ke Piala Dunia 2026. Tetapi dari semua tim yang sudah muncul, ada sebuah kisah dramatis, kegagalan pahit, dan kebangkitan tak terduga yang memunculkan sebuah kejutan tak terduga.
Sorotan terbesar tak bisa dilepaskan dari kegagalan Italia, yang dikenal sebagai salah satu raksasa Eropa. Tim yang pernah empat kali Juara Piala Dunia itu kembali tersungkur gagal ke putaran final Piala Dunia, untuk kali ketiga secara beruntun.
Kali ini, Italia tumbang lewat adu penalti melawan Bosnia Herzegovina. Sebuah hasil yang terasa seperti ironi kejam. Tim dengan sejarah besar justru kalah dari negara yang bahkan jarang masuk dalam daftar unggulan.
Jika Italia adalah cerita kelam tentang kejatuhan dan kegagalan, maka Bosnia Herzegovina adalah bentuk sebaliknya dari Italia. Bosnia Herzegovina adalah kisah kebangkitan dan perjuangan tak kenal lelah, yang diganjar dengan kesuksesan besar.
Tim Bosnia Herzegovina mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026, dan menjadi kesempatan kali kedua mereka dalam 12 tahun terakhir di Piala Dunia. Tapi yang membuat perjalanan mereka begitu menggugah adalah cara mereka mencapainya, saat menyingirkan Italia. Ya Italia!
Di semifinal play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026, mereka mengalahkan Wales lewat skenario dramatis. Sempat unggul, disamakan, lalu menang di adu penalti. Saat menghadapi Italia, cara yang sama mereka ulangi dengan hasil yang luar biasa.
Mentalitas...
Semua pihak sepakat, ini bukanlah sekadar keberuntungan. Tetapi ini adalah soal mentalitas. Bosnia Herzegovina menunjukkan determinasi bisa mengalahkan reputasi. Keyakinan dan kepercayaan diri bisa membalikan penilaian dan prakiraan.
Drama gila lainnya terjadi di Eropa Utara, saat Swedia berhasil mengalahkan Polandia dengan skor tipis 3-2. Pertandingan ini yang berlangsung sengit hingga detik terakhir.
Gol penentu yang datang di menit-menit akhir, menjadi momen yang membuncahkan kegembiraan bagi Swedia karena bisa bermain ke Piala Dunia 2026. Selain itu, hasil ini juga seperti membayar “utang” kekalahan mereka di play-off 2022.
Di sisi lain, kekalahan ini terasa pahit bagi Polandia. Bagi striker veteran mereka, Robert Lewandowski ini adalah kesempatan terakhir yang hilang untuk tampil di panggung dunia. Sebuah penutup yang jauh dari ideal untuk karier panjangnya yang gemilang.
Berikutnya, dari Eropa Timur, Turki akhirnya mengakhiri penantian panjang lebih dari dua dekade untuk kembali tampil di Piala Dunia. Kemenangan atas Kosovo menjadi bukti, jika investasi jangka panjang mereka mulai membuahkan hasil.
Sementara itu, Republik Ceko menunjukkan ketangguhan dengan menyingkirkan Denmark dalam laga dramatis. Semua menunjukan dan menegaskan, kekuatan sepak bola Eropa kini tak hanya didominasi tim-tim di kawasann Eropa Barat.