Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kontroversi VAR kembali mengguncang di turnamen terbesar Eropa, Liga Champions. Dalam duel Barcelona vs Atletico Madrid sebuah keputusan kontroversial telah terbukti merubah jalannya pertandingan. Kartu merah Pau Cubarsi berubah menjadi badai kontroversi.

Laga Barcelona vs Atletico Madrid di leg 1 Perempatfinal Liga Champions, Kamis (9/4/2026) dinihari WIB telah memunculkan momen krusial di Stadion Camp Nou. Pada menit ke-41, Cubarsi berlari mengejar Giuliano Simeone yang tengah mengancam gawang.

Momen berikutnya anak Diego Simeone itu terjatuh tepat diluar petak penalti Barcelona. Wasit pada awalnya menarik kartu kuning, sebelum kemudian protes dari pemain Atletico memaksanya melongok VAR. Wasit Istvan Kovacs setelahnya merubah kartu kuning itu dengan kartu merah langsung untuk Cubarsi.

Sejak itu, Barcelona harus bermain dengan 10 orang. Sedangkan Atletico Madrid yang lebih banyak tertekan, dari momen tersebut langsung sukses merubah situasi setelah tendangan bebas Julian Alvarez menembus gawang Joan Garcia.

Jika didasarkan pada aturan “denial of an obvious goal-scoring opportunity” (DOGSO), yang mempertimbangkan aspke jarak ke gawang, arah pergerakan pemain, kontrol bola dan posisi bek terakhir, keputusan wasit mungkin tidak keliru.

Dalam situasi tersebut, Simeone dinilai memiliki peluang emas mencetak gol. Sementara di disi Pau Cubarsi, dia adalah orang terakhir sebelum kiper yang melakukan pelanggaran terhadap lawan yang akan mencetak gol. Dalam aturan sepak bola, kartu merah adalah hukumannya.

Meski dari sisi regulasi keputusan wasit itu dinilai tepat, tetapi perdebatan tak bisa dibendung daripara penggemar Barcelona. Di media sosial banyak pendukung Barcelona yang menilai keputusan wasit tida sepenuhnya tepat. Karena bola dianggap belum benar-benar dikuasai anak Diego Simeone itu.

Tekanan Bagi Barca...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini