Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Ketegangan menjelang Piala Dunia 2026 terjadi berkait dengan operasional Stadion SoFI, di California, AS yang akan menjadi salah satu stadion Piala Dunia 2026. Ribuan pekerja di stadion ini mengancam mogok kerja, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Dengan waktu kurang dari dua bulan sebelum turnamen Piala Dunia 2026 dimulai, situasi ini menjadi ancaman serius bagi kelancaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Seperti dilansir The Athletic, ada sekitar 2.000 pekerja layanan stadion SoFI yang ikut dalam ancaman pemogokan tersebut.

Para pekerja ini terdiri dari bartender, juru masak hingga pelayan, yang tergabung dalam serikat UNITE HERE Local 11. Mereka menyampaikan ancaman mogok di pelaksanaan Piala Dunia 2026, jika tuntutan mereka tidak diindahkan.

Co-chair Serikat Pekerja, Kurt Peterson, menyebut kemungkinan mogok para pekerja dianggap sebagai sesuatu yang sepenuhnya realistis. Pernyataan itu muncul setelah dua putaran negosiasi dengan operator stadion, Legends Global, tidak membuahkan hasil.

Kontrak kerja sebelumnya telah berakhir, memberi kesempatan penuh bagi pekerja untuk melakukan aksi mogok tersebut. Masalah yang membuat konflik antara pekerja dan operator Stadion SoFI semakin kompleks adalah daftar tuntutan serikat pekerja.

Mereka tidak hanya meminta peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh isu sosial dan kebijakan publik.
Salah satu tuntutan utama mereka adalah meminta lembaga penegakan imigrasi AS, Immigration and Customs Enforcement (ICE) agar tidak dilibatkan dalam aktivitas terkait Piala Dunia 2026.

Selain itu, mereka mendesak FIFA untuk menggunakan kecerdasan buatan dan otomatisasi di stadion, serta mengalokasikan sebagian keuntungan turnamen untuk pembangunan perumahan bagi warga lokal. Tak hanya itu, mereka juga meminta regulasi lebih ketat terhadap penyewaan Airbnb, yang dianggap berkontribusi pada naiknya harga sewa dan pengusiran warga.

Stadion SoFi sendiri dimiliki oleh miliarder olahraga Stan Kroenke, dan dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan penting Piala Dunia 2026. Laga itu termasuk saat Tim nasional AS bermain dan babak perempat final.

FIFA...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini