Insiden berdarah itu terjadi di tengah laga penuh intensitas yang tergelar di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/2026) dinihari WIB. Meski Barcelona menang 2-1 di laga ini, tetapi mereka tetap harus mengubur mimpi di Liga Champions, karena kalah agregat 2-3.
Laga baru berjalan 26 menit ketika Fermin Lopez terlibat dalam situasi yang membuat stadion terdiam. Dalam sebuah serangan cepat, pemain berusia 22 tahun itu menyambut bola dengan sundulan jarak dekat.
Namun, sesaat setelah melepaskan bola, Fermin Lopez bertabrakan keras dengan kiper Atletico, Juan Musso. Sepatu Musso tanpa sengaja menghantam wajah Lopez saat mendarat.
Momen ini mendapatkan perhatian luas setelah laga. Foto-foto bagaimana Fermin Lopez menerima hantaman dari sepatu Musso tersebar di platform digital. Situasinya memang mengerikan, tetapi Barcelona memang sedang tidak mujur, karena wasit tak memberikan hukuman pada Muso pada insiden ini.
Dampak benturan ini terlihat mengerikan. Fermin Lopez terkapar sambil memegangi wajahnya, darah mengucur deras hingga membasahi jersey Barca yang dikenakannya. Beberapa pemain bahkan tak sanggup melihat kejadian tersebut dan memilih memalingkan wajah.
Seperti dilansir dari Mundo Deportivo, tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Dalam kondisi terluka, Fermin Lopez sempat berusaha menghentikan pendarahan dengan jerseynya sendiri.
Murianews, Kudus – Pertandingan panas antara Atletico Madrid vs Barcelona di leg 2 perempatfinal Liga Champions 2025/2026 menyisakan insiden tak terlupakan. Itu adalah momen mengerikan yang menimpa gelandang muda Barcelona, Fermin Lopez.
Insiden berdarah itu terjadi di tengah laga penuh intensitas yang tergelar di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/2026) dinihari WIB. Meski Barcelona menang 2-1 di laga ini, tetapi mereka tetap harus mengubur mimpi di Liga Champions, karena kalah agregat 2-3.
Laga baru berjalan 26 menit ketika Fermin Lopez terlibat dalam situasi yang membuat stadion terdiam. Dalam sebuah serangan cepat, pemain berusia 22 tahun itu menyambut bola dengan sundulan jarak dekat.
Namun, sesaat setelah melepaskan bola, Fermin Lopez bertabrakan keras dengan kiper Atletico, Juan Musso. Sepatu Musso tanpa sengaja menghantam wajah Lopez saat mendarat.
Momen ini mendapatkan perhatian luas setelah laga. Foto-foto bagaimana Fermin Lopez menerima hantaman dari sepatu Musso tersebar di platform digital. Situasinya memang mengerikan, tetapi Barcelona memang sedang tidak mujur, karena wasit tak memberikan hukuman pada Muso pada insiden ini.
Dampak benturan ini terlihat mengerikan. Fermin Lopez terkapar sambil memegangi wajahnya, darah mengucur deras hingga membasahi jersey Barca yang dikenakannya. Beberapa pemain bahkan tak sanggup melihat kejadian tersebut dan memilih memalingkan wajah.
Seperti dilansir dari Mundo Deportivo, tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Dalam kondisi terluka, Fermin Lopez sempat berusaha menghentikan pendarahan dengan jerseynya sendiri.
Main Kembali...
Setelah mendapatkan perawatan beberapa menit, Fermin Lopez kembali ke lapangan dengan kepala dibalut perban. Kegigigihan Fermin Lopez untuk bermain kembali menuai pujian dan kekaguman. Pemain ini dianggap benar-benar sangat loyal bagi Barca tim yang dibelanya.
Insiden tersebut sempat memicu kontroversi. Banyak yang mempertanyakan apakah Juan Musso layak mendapat sanksi atas benturan itu. Namun, tim VAR memutuskan tidak ada pelanggaran dalam kejadian tersebut.
“Fermin Lopez berada dalam posisi melayang dan bertabrakan dengan sepatu Musso saat mendarat, pada ketinggian normal. Ini adalah duel yang sah, sehingga VAR tidak melakukan intervensi,” demikian penjelasan resmi VAR seperti yang dilansir Mundo Deportivo.
Keputusan VAR ini dengan kata lain menilai insiden tersebut dianggap sebagai bagian dari permainan, bukan tindakan berbahaya. Sebuah penilaian yang jelas memunculkan kotroversi besar, terutama bagi pendukung Barca di seluruh dunia.
Terlepas dari insiden tersebut, Barcelona sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Mereka unggul cepat 2-0 hanya dalam 24 menit pertama. Gol pembuka dicetak Lamine Yamal setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Atletico. Tak lama berselang, Ferran Torres menggandakan keunggulan lewat penyelesaian klinis.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Pada menit ke-31, Ademola Lookman menghukum pertahanan Barcelona melalui serangan balik cepat. Gol ini memperkecil ketertinggalan sekaligus kembali membuat mereka unggul secara agregat.
Meski menang 2-1 dan Fermin Lopez wajahnya hancur di laga ini, Barcelona tetap harus tersingkir dari Liga Champions. Kekalahan agregat 2-3 menjadi akhir perjalanan mereka di kompetisi elit Eropa.
Isiden yang menimpa Fermin Lopez seakan tak berarti bagi Barca. Pemain muda ini tak cukup menjadi tumbal bagi upaya Barcelona menciptakan comeback di Liga Champions.