Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kekecewaan mendalam menyelimuti ruang ganti Real Madrid usai tersingkir dari Liga Champions. Kekalahan dari Bayern Munich di perempat final Liga Champions, hampir menujukan hasil-hasil keseluruhan mereka sepanjang musim ini.

Los Blancos Real Madrid kini hampir tak akan mendapatkan gelar juara pada musim ini. Kesempatan terakhir ada di Liga Spanyol, dengan situasi yang cukup berat saat mereka sudah tertinggal 9 poin dari Barcelona. Ppeluang membalikkan keadaan secara matematis masih ada, tetapi berat di realita.

Gelandang Jude Bellingham menjadi sosok yang tak bisa menutupi kekecewaannya. Gelandang asal Inggris ini mengakui situasi di Real Madrid menjadi sangat penuh tekanan. Hasil-hasil yang dicapai membuat seluruh tim dalam posisi sulit.

“Setiap kekalahan di Liga Champions terasa seperti bencana. Mengingat situasi kami, pertandingan ini seperti final,” ujarnya seperti dilansir dari BBC.

Jude Bellingham menambahkan, tekanan yang besar membuat laga tersebut terasa seperti ‘semua atau tidak sama sekali’. Membuat semua pemain dan seluruh bagian tim mendapatkan tekanan sangat berat dan akhirnya gagal merebut hasil yang diinginkan.

Musim ini berjalan jauh dari kata stabil bagi Real Madrid. Dimulai dengan era Xabi Alonso, tim sempat memimpin klasemen Liga Spanyol. Namun, performa anjlok Real Madrid membuat arah yang sudah terlihat akhirnya perlahan menjadi suram.

Kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol menjadi awal titik balik kendurnya langkah Real Madrid. Kekalahan ini membuat Xabi Alonso mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Penggantinya, Alvaro Arbeloa, juga tak mendapat awal yang mudah setelah tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua.

Situasi ini memperlihatkan satu rangkaian inkonsistensi dari permainan yang ditunjukan oleh Real Madrid pada musim ini. Puncaknya adalah saat tersingkir dari Liga Champions, pada Kamis (16/4/2026) dinihari WIB.

Bertanggung Jawab...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini