Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengakui timnya tak meyakinkan kendati berhasil lolos ke semifinal Liga Champions. Hasil imbang 0-0 mencerminkan hal itu, tetapi dirinya tetap percaya, Arsenal akan bisa lebiih baik lagi.
Hasil imbang 0-0 melawan Sporting CP di leg 2 perempatfinal Liga Champions di Stadion Emirates, Kamis (16/4/2026) pada dasarnya sudah cukup untuk membawa “The Gunners” unggul agregat 1-0. Namun, di balik itu, tersimpan cerita tentang perjuangan, tekanan, dan mentalitas tim yang diuji habis-habisan.
Di laga ini Arsenal sebenarnya tidak tampil 100 persen tampil dominan. Bahkan, mereka terlihat kesulitan mengembangkan permainan sejak awal laga. Sporting CP justru beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, termasuk tendangan voli Geny Catamo yang membentur tiang di babak pertama.
Situasi ini menambah daftar penampilan kurang konsisten Arsenal belakangan ini. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, mereka hanya meraih satu kemenangan dan menelan tiga kekalahan.
Namun, di tengah kritik yang mengarah pada performa tim Arsenal, Arteta mengaku justru melihat sisi lain yang lebih penting dari timnya. Para pemainnya setidaknya memiliki keberanian yang juga menjadi salah satu faktor penting dalam sepak bola.
“Kami Tidak Sempurna, Tapi Kami Berani. Kami tidak sempurna dan kami mengerti itu, tetapi apa yang dilakukan para pemain luar biasa. Pesan saya adalah rasa terima kasih atas upaya yang mereka lakukan,” ujar Arteta seperti dilansir dari Daily Mail.
Pelatih asal Spanyol itu tidak menutup mata terhadap kekurangan timnya. Ia mengakui Arsenal belum berada di level terbaik. Namun, menurutnya, kemampuan meraih hasil di situasi sulit adalah tanda kedewasaan sebuah tim.
Ia menambahkan bahwa kondisi tim saat ini jauh dari ideal, terutama karena absennya sejumlah pemain kunci. Meski begitu, Arsenal tetap mampu bertahan dan mencapai target.
“Kami harus mengatasi tantangan dengan cara yang sangat istimewa ketika kami kehilangan banyak pemain penting. Ini adalah cara Anda bersaing ketika ingin memenangkan trofi,” tegasnya.
Kehilangan Pilar...
Dalam laga krusial ini, Arsenal memang kehilangan beberapa pilar utama seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Jurrien Timber. Absennya nama-nama besar tersebut jelas memengaruhi ritme permainan tim.
Di tengah keterbatasan itu, Declan Rice justru tampil sebagai salah satu yang bisa memunculkan sebuah ketangguhan. Gelandang Inggris tersebut bahkan bermain penuh selama 94 menit meski dalam kondisi fisik yang tidak prima.
“Dia tidak merasa baik sama sekali, tetapi dia masih bermain 94 menit hari ini. Dia pemimpin yang hebat dan pemain penting bagi kami,” kata Arteta memuji.
Keberhasilan ini menjadikan Arsenal bersama Arteta sukses dua kali beruntun menembus semifinal Liga Champions. Sebuah catatan yang belum pernah dicapai Arsenal sebelumnya dalam kurun waktu 140 tahun perjalanan klub.
Namun, Arsenal masih akan menghadapi tantangan yang lebih sulit. Di semifinal, Arsenal akan menghadapi Atletico Madrid, tim yang dikenal dengan disiplin dan organisasi permainan yang kuat di bawah Diego Simeone.
Leg pertama akan digelar di Madrid pada 29 April 2026, sementara leg kedua berlangsung di Emirates pada 5 Mei 2026. Terhadap laga ini, Mikel Arteta yakin Arsenal akan kembali mendapatkan apa yang diinginkan.
“Ini adalah momen yang sangat besar. Kami akan memiliki dua malam ajaib melawan Atletico. Pasangan ini terbuka untuk kedua tim,” ujar Arteta optimistis.



